Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Syarat Eliminasi Kusta Terpenuhi

Misbahul Munir S • Senin, 24 Oktober 2022 | 10:16 WIB
HASIL TANI: Transmigran terlihat membawa satu karung tomat hasil panen dari 1 hektar kebun tomat di Dusun Sidomulyo. IST
HASIL TANI: Transmigran terlihat membawa satu karung tomat hasil panen dari 1 hektar kebun tomat di Dusun Sidomulyo. IST
SINGKAWANG - Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana menggelar Seminar Kesehatan Deteksi Dini dan Tata Laksana Penyakit Kusta di Aula Restoran Kampung Batu, Sabtu (22/10). Seminar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional tahun 2022 ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan dan KB (Dinkes KB) Kota Singkawang, Alexander. Ia mengatakan penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang dapat disembuhkan apabila terdeteksi secara dini. Data WHO tahun 2020 menunjukkan Indonesia masih menjadi penyumbang kasus baru penyakit kusta nomor 3 terbesar di dunia.

Dimana ditetapkan di suatu kabupaten/kota, eliminasi kusta ditandai dengan angka prevalensi kurang dari 1 dari 10.000 penduduk. “Kita di Singkawang, secara nasional, memang belum dinyatakan eliminasi kusta. Tapi, secara kasus kita sudah memenuhi syarat itu. Maka penting sekali digelar seminar ini supaya tidak terjadi kejadian kasus-kasus baru di Kota Singkawang ini,” ujar Alexander.

Untuk itu, pemerintah berupaya memberikan edukasi kepada tenaga kesehatan yang khusus menangani bidang penyakit kulit agar dapat mendeteksi secara dini timbul penyakit kusta ini. Seminar ini membekali ilmu-ilmu, yaitu epidemologi penyakit kusta, penegakan diagnosa penyakit kusta, tata laksana, dan pengobatan penyakit kusta, pemeriksaan bakterologi penyakit kusta dan pencegahan kecacatan dan perawatan diri pada pasien kusta.

“Penyakit ini bisa sembuh. Berdasarkan pengalaman, saya pernah ketemu pasien dengan bercak hitam yang tidak terasa sakit di area punggung sebesar diameter 5 cm. Keluhannya, mati rasa, tidak gatal, tidak merah dan kita kirimkan untuk diperiksa darahnya ternyata kusta. Kemudian, dia mendapat pengobatan secara komprehensif melalui multi-drugs therapy dan sekarang sudah dinyatakan sembuh,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Singkawang mengatakan seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan terkait penanganan kusta. Target peserta secara luring sebanyak 60 orang dan sekitar 500 orang peserta secara daring dari tenaga kesehatan se-Kota Singkawang dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-58.

“Pertama, tujuannya meningkatkan penemuan kasus baru penyakit kusta. Target dari Kemenkes RI, Kota Singkawang dapat menemukan dan diatasi secara dini sebanyak 7 kasus baru setiap tahunnya. Kedua, meningkatkan kemampuan petugas untuk melakukan diagnosa dini penyakit kusta. Terakhir, menurunkan persentase keluhan kesakitan (morbiditas) dan kecacatan (disabilitas) akibat penyakit kusta”, ujarnya. (har) Editor : Misbahul Munir S
#Tata Laksana Penyakit Kusta #Kota Singkawang #Dinkes KB #seminar kesehatan #deteksi dini