Di tahun-tahun sebelumnya, Villa Permata tidak pernah mengalami banjir. Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Sumastro mengatakan pihaknya telah menghubungi pemilik (pengembang) Villa Permata. Dari hasil komunikasi itu diperoleh informasi bahwa banjir di Villa Permata disebabkan oleh jebolnya tiga titik tanggul yang berada di sekitar perumahan.
“Jadi kita sudah menghubungi pemilik Villa Permata. Pak Ameng menjelaskan bahwa ada tiga tanggul yang jebol di sekitar perumahan, sehingga menyebabkan banjir,” ujarnya.
Sumastro mengatakan topografi di Kota Singkawang khususnya di pusat kota merupakan cekungan. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan yang tinggi dengan durasi lama dan cakupan luas. Hal itu membuat banjir sulit dihindari.
“Akan tetapi dampak positif dari masifnya pembukaan saluran sudah terbukti. Masa rendaman yang semula berhari-hari, kali ini sangat cepat berkurang hingga tidak ada genangan. Jadi, masa genangan lebih singkat,” jelasnya.
Ia mengimbau seluruh masyarakat Kota Singkawang untuk lebih bijak dan mencermati informasi yang beredar terkait dengan kejadian banjir di Kota Singkawang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Singkawang, Asyir A Bakar mengatakan jika dilihat dari kondisi topografinya, letak perumahan Villa Permata berada pada daerah rendah. Selain itu, ada dua saluran atau drainase pembuangan yang mengapit kawasan perumahan tersebut.
Kemudian, kata Asyir, curah hujan yang tinggi di atas 100 milimeter dengan durasi yang cukup lama dan cakupan yang luas telah membuat debit air di saluran tersebut melampaui kapasitas. “Jadi, kondisi itu diduga mengakibatkan jebolnya tanggul di tiga titik sebagaimana diakui oleh pengembang perumahan tersebut,” katanya.
Dalam upaya penanganan banjir, menurutnya Pemerintah Kota Singkawang telah melakukan normalisasi sungai sejak 28 Agustus 2022. Normalisasi dilakukan pada Sungai Cisadane sepanjang 1.200 meter dengan lebar 6-14 meter, dan saluran primer Kelapa 2 sepanjang 1.600 meter dengan lebar 5 meter. Antara Sungai Cisadane dan Kelapa 2 dihubungkan dengan saluran paralel yang dinamakan Santiokong dengan panjang 1.781 meter dan lebar 6 meter.
Saluran Santiokong juga menghubungkan ke sungai sejati yang telah dikerjakan sepanjang 991 meter dan lebar 5 meter. Kemudian juga menghubungkan Sungai Kelapa 2 dengan Sungai Singkawang sepanjang 283 meter dengan lebar 6 meter. (har) Editor : Syahriani Siregar