Diketahui, kelenteng yang berbahan dasar kayu ulin dan medang ini sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp1 miliar lebih. Sementara bangunannya pun terlihat unik sehingga sangat menarik untuk di kunjungi. "Selama ini yang kita lihat bangunan kelentengkan kebanyakan dibangun dengan beton, namun untuk Kelenteng Fuk Tet Chi dibangun dengan bahan dasar kayu," katanya.
Panitia peresmian Kelenteng Fuk Tet Chi Singkawang, Jhoni Sun mengatakan, dibangunnya kelenteng tersebut dengan kayu ulin dan medang, selain tampil beda juga bertujuan untuk menjaga keunikan. "Kita cari orang yang pandai ukir, mereka kita datangkan dari Jepara semua. Tujuannya untuk menjaga keunikannya dan sakralnya, supaya bisa menambah destinasi wisata religius di Kota Singkawang," kata Jhoni.
Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunannya sekitar Rp1 miliar lebih. Dengan masa waktu pembangunan selama 1,5 tahun. "Dananya berasal dari masyarakat dalam dan luar Singkawang," ujarnya.
Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Provinsi Kalbar, Sutadi mengatakan, kemungkinan bangunan Kelenteng Fuk Tet Chi Singkawang merupakan satu-satunya kelenteng yang berbahan dasar kayu khuausnya di Singkawang. "Bangunannya termasuk unik karena kayu ulin saat ini sangat sulit untuk didapatkan," katanya.
Dengan adanya bangunan kelenteng yang unik ini kepada umat Khonghucu di Singkawang Timur dapat melaksanakan ibadahnya dengan tepat sebagaimana mestinya. "Diharapkan masyarakat yang beragama Khonghucu merasa terlindungi dengan masalah keselamatan dan rejeki," harapnya.
Sementara Pembimbing Masyarakat Khonghucu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Rachmatullah mengatakan kehadiran kelenteng tersebut dapat menambah keimanan dan ketaqwaan bagi umat Khonghucu. "Diharapkan sesama umat Khonghucu, khususnya di Singkawang Timur bisa bertemu, bersilaturahmi dan saling memberikan informasi-informasi yang baik di tempat ibadahnya," pungkasnya. (har) Editor : Misbahul Munir S