SINGKAWANG - Ratusan warga Kota Singkawang menggelar aksi solidaritas Singkawang untuk Palestina di Mess Daerah, Sabtu (18/11/).
Kegiatan turut dihadiri Pj Wali Kota Singkawang, Sumastro, Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.
Gema takbir, selawat dan doa mengiringi aksi simpati kepada rakyat Palestina yang hingga hari ini masih berjibaku melawan kekejaman agresi militer Zionis Israel.
Dalam pernyataan sikapnya, Sumastro mengutuk keras tindakan biadab Israel kepada warga Palestina, yang dinilainya benar-benar tidak berperikemanusiaan.
Sebagai Pemimpin di Kota Tertoleran di Indonesia, Ia dengan tegas meminta agar segala bentuk kejahatan kemanusiaan segera musnah di atas muka bumi.
“Di atas panggung ini, saya mengutuk keras segala bentuk kebiadaban Zionis Israel yang telah tega melakukan pembantaian kepada warga Palestina yang tidak berdosa, bahkan mereka dengan tega menyerang rumah sakit, itu sungguh sebuah tindakan yang tidak berperikemanusiaan,” ungkap Sumastro.
“Sebagai Kota Tertoleran di Indonesia, kita wajib menyatakan sikap bahwa segala macam bentuk kekerasan terhadap kemanusiaan, wajib hilang diatas muka bumi ini,” lanjutnya.
Terkait aksi yang berlangsung di hampir seluruh penjuru dunia itu, Sumastro mengatakan, semua itu semata-mata demi warga Palestina bisa menikmati indahnya kemerdekaan dan kedamaian.
Sumastro juga mengapresiasi kepada peserta aksi yang berkegiatan dnegan tertib dan damai serta tetap menjaga kebersihan di tempat aksi tersebut berlangsung.
Berkumpulnya warga Singkawang tersebut tidak hanya sekedar menjadi dukungan moral semata, namun lebih dari pada itu, Sumastro berharap bisa menjadi ajang pengumpulan donasi, yang nantinya akan dipergunakan untuk membantu meringankan beban saudara di Palestina.
“Berkumpulnya kita disini, tidak hanya sebatas dukungan moral dan doa semata, akan tetapi wujud aksi nyata kita dengan mengumpulkan donasi demi meringankan beban saudara kita disana (Palestina) juga sangat diharapkan,” harapnya.
Senada dengan P. Wali Kota, Kakanmenag Kota Singkawang, Muhlis juga menyebut, kejadian di Gaza Palestina bukanlah perang atas nama agama, namun merupakan sebuah kejahatan kemanusiaan yang telah menodai hak asasi manusia serta bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, Ia berpesan kepada seluruh masyarakat, untuk menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran akan pentingnya menjaga perdamaian, kerukunan serta kebersamaan baik sebagai sesama warga Singkawang dan juga sesama anak bangsa Indonesia.
“Jadikan apa yang terjadi di Palestina sebagai pelajaran untuk kita akan pentingnya menjaga perdamaian, kerukunan serta kebersamaan kita sebagai warga Singkawang dan sesama anak bangsa Indonesia,” katanya. (har)
Editor : A'an