Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

PERKI Pontianak gelar Simposium dan Workshop Kardiovaskular

Syahriani Siregar • Senin, 22 Januari 2024 | 16:00 WIB
Pemeragaan cara memakai Automatic CPR menjadi salah satu kegiatan simposium dan workshop yang digelar PERKI Pontianak yang mengusung tema “Early Intervention for Better Prognosis”.
Pemeragaan cara memakai Automatic CPR menjadi salah satu kegiatan simposium dan workshop yang digelar PERKI Pontianak yang mengusung tema “Early Intervention for Better Prognosis”.

Intervensi Dini dan Penanganan Cepat Penyakit Jantung

SINGKAWANG - Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Pontianak menggelar kegiatan ilmiah berupa simposium The Second West Borneo Cardiovascular Annual Meeting (WebCAM) dan workshop Advanced ECG dan Holter Monitoring, bersama InaHRS (Indonesia Heart Rhythm Society, yaitu Perhimpunan Dokter Aritmia Indonesia).

Kegiatan ini dibuka langsung Pj Wali Kota Singkawang Sumastro. Beliau mengapresiasi kegiatan PERKI Pontianak di kota Singkawang.

Kegiatan tersebut merupakan ajang menimba ilmu, meningkatkan wawasan untuk memperbaharui skill dokter itu sendiri.

“Kita juga tahu bahwa dokter memiliki profesi mulai, misinya tak terbandingkan dengan profesi lainya, dokter ini berkutat pada ketegangan situasi darurat dengan target nyawa harus terselamatkan,” katanya.

Ketua IDI Singkawang, dr.Wahyu Finasari Said,Sp.PK dalam sambutannya juga menyatakan perkembangan ilmu kedokteran jantung sangat pesat karena dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah. Beliau juga mendukung kegiatan ilmiah serupa dari perhimpunan lainnya dilakukan di Singkawang.

PERKI Pontianak yang saat ini akan berganti nama menjadi PERKI Kalimantan Barat telah kedua kalinya mengadakan acara ilmiah serupa.

Menurut sambutan Ketua PERKI Pontianak, dr. Danayu Sanni, SpJP, FIHA, FAsCC, FAPSC, Konsultan Kardiologi Intervensi dan Konsultan Perawatan Intensif serta Kegawatan Kardiovaskuler, simposium WebCAM kali ini mengusung tema “Early Intervention for Better Prognosis” yang menekankan pentingnya ilmu tentang tindakan intervensi seperti pemasangan ring, ablasi irama jantung, pemasangan pacu jantung dan banyak lagi.

Meskipun di daerah terkadang fasilitas kesehatan terbatas, namun ilmu ini sebaiknya tetap dipelajari agar dokter di daerah tahu kapan harus merujuk pasien yang sulit ditangani.

Acara yang berlangsung di Swissbell Hotel Singkawang, 20-21 Januari 2024 ini diikuti 150 peserta simposium, serta 40 peserta workshop yang berasal dari dokter umum dan dokter spesialis lainnya. Peserta bahkan ada yang berasal dari kabupaten Melawi, Sintang, Landak, Sekadau, dan tentunya dari Singkawang dan Pontianak.

Tujuan diadakan kegiatan ilmiah ini di Singkawang, yaitu untuk mendekatkan lokasi acara dengan dokter umum di daerah yang untuk mencapai kota Pontianak cukup kesulitan karena jarak dan waktu.

Ketua panitia acara, sekaligus Ketua Dewan Etik PERKI Pontianak dr Muhammadnur Rachim Enoch, Sp.JP, FIHA, FAPSC mengatakan kegiatan ini merupakan program PERKI Pontianak untuk memperbaharui dan meningkatkan ilmu-ilmu kardiovaskular kepada para dokter khususnya pada penyakit kardiovaskular.

“Karena penyakit ini masih menjadi pembunuh nomor satu bukan hanya di Indonesia tetapi di dunia termasuk di Kalimantan Barat dimana warga berpenyakit jantung tidaklah sedikit,” ungkap dr Muhammadnur Rachim.

Hal itu memperlihatkan bahwa, penanganan kardiovaskular harus terus digalakan bukan hanya dari segi kesehatan tetapi promosi, edukasi termasuk deteksi awal. Dan di Kalbar, kata dr Muhammadnur Rachim, sudah ada Dokter Spesialis Jantung baik di Pontianak, Sanggau, Ketapang, dan saat ini kota Singkawang.

“Bahkan di Kota Singkawang juga sudah ada. Artinya warga Singkawang sekitarnya tidak perlu lagi memeriksakan diri untuk mendeteksi penyakit jantung lagi ke Pontianak bahkan jauh jauh ke luar negeri seperti negeri jiran,” katanya.

Sehingga untuk memperkuat tersebut, pihaknya juga melakukan edukasi rujukan berjenjang mulai Puskesmas ke Rumah Sakit. Untuk di Singkawang pemeriksaan juga dilakukan berjenjang mulai deteksi dini dari Puskesmas lalu rujukan ke RSUD Abdul Aziz hingga ke RSUD Soedarso Pontianak.

Layanan kesehatan jantung di RS Abdul Aziz Singkawang sudah bisa melakukan ekokardiografi (pemeriksaan jantung dan pembuluh darah besar dengan menggunakan gelombang suara-ultra), pemeriksaan irama jantung dengan holter, pemeriksaan jantung koroner dengan MSCT Koroner, treadmill test serta pemeriksaan lain.

Penderita serangan jantung juga bisa mendapatkan layanan medis trombolisis, semacam pengobatan darurat untuk melarutkan gumpalan darah yang terbentuk di arteri yang memberi makan jantung dan otak, yang merupakan penyebab utama serangan jantung dan stroke iskemik serta di arteri paru-paru (acute pulmonary embolism), atau masyarakat dapat mendapatkan layanan heparinisasi.

“Semua ini bisa dilayani baik menggunakan BPJS maupun umum,” katanya.

Bahkan RS Abdul Azis secara konsisten juga sudah meningkatkan sarana prasarana untuk layanan Kardiovaskular, salah satunya membuat Pusat Jantung Terpadu, sehingga tahun 2025 nantinya RSUD Abdul Aziz sudah bisa melakukan Kateterisasi Jantung atau biasa disebut pemasangan ring jantung.

Lebih lanjut, ia berharap dengan kegiatan ini para dokter umum, spesialias yang ikut dapat meningkatkan pengetahuannya seputar Kardiovaskular.

Sehingga nantinya dalam pelayanan kepada pasien meningkat khususnya deteksi dini gejala penyakit jantung.

“Makanya saran kami jika mengalami indikasi sakit didada, detak jantung tidak normal setelah terdeteksi di Puskesmas atau klinik, silakan secara berkala untuk mengecek kesehatan jantung di RSUD Abdul Aziz Singkawang, semua dibiayai BPJS Kesehatan,” ujarnya dr. Rahim SpJP, yang juga dikenal dengan nama dr. Putra.

PERKI terus menerus mengedukasi ke masyarakat bahwa untuk pencegahan penyakit jantung selain melakukan cek kesehatan berkala, juga tidak merokok, rutin berolahraga, makan dan minuman bergizi seimbang, serta istirahat cukup, kelola stres.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Singkawang Drs. H. Sumastro, M.Si. dalam sambutannya menyatakan komitmen Pemkot Singkawang dalam meningkatkan layanan kesehatan di Kota Singkawang diperlihatkan salah satunya dengan pembangunan fasilitas Gedung Kateterisasi di RS Abdul Aziz Singkawang yang kelak dapat dinikmati oleh masyarakat Singkawang dan sekitarnya.

Semoga kedepannya, kata beliau, kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat dengan bertambahnya sumber daya manusia khususnya dokter spesialis jantung ini guna mengedukasi masyarakat pentingnya menjaga kesehatan. (har)

Editor : Syahriani Siregar
#abdul aziz #Simposium #perki #singkawang #soedarso