SINGKAWANG - Penjabat Wali Kota Singkawang Sumastro meminta para pedagang kaki lima (PKL) masih enggan menempati Lapangan Tarakan untuk segera pindah.
“Kami mengharapkan agar PKL yang belum mau direlokasi dapat bersedia menerima perubahan demi Singkawang yang lebih baik dan bermartabat, daripada bertahan di lokasi yang tidak diizinkan,” ungkapnya saat berkunjung ke Lapangan Tarakan belum lama ini.
Ia juga menekankan pentingnya bagi PKL untuk memahami dan menghargai upaya Pemerintah Kota Singkawang dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga melalui relokasi ini.
“Saya berharap dengan tulus agar para PKL dapat mempertimbangkan dengan baik, karena Pemerintah Kota telah berupaya maksimal untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan ekonomi PKL dan warga secara umum,” ujarnya.
Bersama pejabat bersama jajaran terkait, di lokasi itu, Sumastro juga berinteraksi dengan pedagang dan beberapa pengunjung. Ia juga meninjau kondisi toilet portabel yang berfungsi dengan baik. Selanjutnya, dia turut merasakan atmosfer bersama pengunjung sambil menikmati jajanan dari pedagang di Lapangan Tarakan.
Sumastro menyatakan bahwa perkembangan PKL yang telah direlokasi menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang juga diterima dengan baik oleh PKL, pengunjung, dan warga sekitar.
“Saya secara khusus datang ke sini (Lapangan Tarakan) untuk melihat progresnya, terutama setelah penutupan Jalan Merdeka dan Jalan Pemuda, dan ternyata respons terhadap relokasi ini cukup positif dari PKL, pengunjung, dan warga sekitar,” ungkap Sumastro.
Menurutnya, setelah relokasi, aktivitas PKL dii Lapangan Tarakan mengalami peningkatan signifikan. Demikian juga dengan jumlah pengunjung yang datang ke sana. Selain menikmati berbagai jajanan kuliner, pengunjung Lapangan Tarakan juga dapat menaiki odong-odong untuk berkeliling pusat kota.
Salah seorang pengunjung, Anita (35 tahun), menyatakan bahwa bersantai di Lapangan Tarakan memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarganya. Menurutnya, tempat ini jauh dari perlintasan kendaraan dan polusi udara.
“Di sini (Tarakan) lebih aman, karena saya sering membawa anak-anak. Mereka bisa bermain dengan aman karena lapangannya luas dan mudah untuk diawasi. Selain itu, udaranya segar dan jauh dari polusi asap dan debu,” ujar Anita.
Pemerintah Kota Singkawang telah melakukan relokasi PKL dari Jalan Merdeka dan Jalan Pemuda ke Lapangan Tarakan sejak tanggal 20 Juni lalu. Hal ini dilakukan dalam rangka revitalisasi kawasan Pusaka untuk melestarikan cagar budaya.
Dengan demikian, Lapangan Tarakan kini bukan hanya menjadi tempat populer bagi PKL dan pengunjung, tetapi juga mendukung upaya pelestarian warisan budaya kota Singkawang. (har/r)
Editor : A'an