SINGKAWANG — Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang melakukan evaluasi intervensi untuk kelurahan target Open Defecation Free (ODF) tahun 2024 dan rencana percepatan program ODF tahun 2025 di Ruang Bumi Bertuah Kantor Wali Kota, baru-baru ini.
Dihadiri Pj Wali Kota Singkawang, Sumastro, evaluasi berfokus pada diskusi terkait pemantapan tugas dan fungsi serta kendala yang dihadapi stakeholder dalam mencapai target RPJMN 2020-2024 di bidang perumahan dan permukiman.
Dalam arahannya, Pj Wali Kota Sumastro menyebutkan bahwa bebas buang air besar sembarangan (BABS) tidak sekadar berkaitan dengan penyediaan fasilitas toilet yang layak, tetapi juga terkait dengan mindset masyarakat yang belum menyadari pentingnya kesehatan lingkungan.
Untuk itu, Sumastro meminta jajaran terkait mampu memutus mata rantai peradaban BABS di Singkawang. “Ini lebih kepada mindset masyarakat yang masih menyepelekan pentingnya kesehatan lingkungan, bukan hanya sekadar fasilitas BAB-nya,” ujar Pj Wali Kota. “Sudah saatnya di Singkawang tidak ada lagi peradaban BABS,” lanjutnya.
Sumastro memotivasi jajarannya untuk tetap konsisten menjalankan tugas dengan niat membantu masyarakat meraih kehidupan yang lebih baik. “Jika ada kendala, kita harus tetap konsisten, bukan hanya sekadar menjalankan tugas, tetapi niatkan untuk membantu orang lain agar hidupnya lebih baik dan mindset serta peradabannya berubah menjadi lebih baik,” ujar Sumastro.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan KB, dr. Achmad Hardin, mengatakan bahwa Singkawang baru mencapai 46,2 persen ODF dari target nasional 90 persen. Pihaknya masih terkendala permasalahan lahan perumahan yang sempit untuk membangun fasilitas sanitasi yang layak, khususnya di wilayah Singkawang Barat dan Tengah yang dikenal padat penduduk.
“Dari target nasional 90 persen ODF, kita baru mampu mencapai 46,2 persen,” kata Hardin. “Ada daerah yang berprestasi, seperti kelurahan Nyarumkop dan Masyasopa, yang sudah mencapai 100 persen ODF,” lanjutnya.
“Namun di daerah Singkawang Barat dan Tengah, kita memang terkendala masalah lahan rumah warga yang sempit untuk membangun fasilitas sanitasi, itulah kendala kita untuk bisa mencapai target ODF nasional,” tambah Hardin. Namun, Hardin optimis pihaknya bersama stakeholder terkait mampu terus meningkatkan persentase ODF di Singkawang meski belum mencapai target nasional di akhir 2024. (har)
Editor : A'an