SINGKAWANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Singkawang, bersama DPD Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Singkawang, KPPAD Provinsi Kalbar, dan LBH Rakyat Khatulistiwa (RAKA), baru-baru ini menggelar seminar dan lokakarya bertajuk "Selamatkan Anak Usia Sekolah dari Kejahatan Seksual". Kegiatan ini berlangsung di Rumah Adat Melayu Balai Serumpun Singkawang.
Kepala Disdikbud Singkawang, Asmadi, menyatakan bahwa seminar ini merupakan langkah penting untuk memberikan pencerahan kepada pihak sekolah mengenai isu kekerasan seksual.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada sekolah-sekolah di Singkawang tentang pengertian kekerasan seksual dan bentuk-bentuknya," ujarnya.
Asmadi menambahkan bahwa dengan meningkatnya pemahaman tentang kekerasan seksual, diharapkan dapat lebih banyak langkah preventif yang diambil untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.
"Semakin banyak orang yang paham tentang pengertian dan bentuk-bentuk kekerasan seksual, serta cara-cara pencegahannya, akan semakin baik," katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa MABM berencana untuk melanjutkan program serupa, dengan mengundang seluruh paguyuban dan guru Bimbingan Konseling (BK) guna meminimalkan kasus-kasus kekerasan terhadap anak.
"Kami ingin memastikan bahwa sekolah kita adalah zona hijau, bebas dari kekerasan seksual, dan tidak ada pelaku kejahatan seksual di lingkungan sekolah maupun masyarakat," tambahnya. (har)
Editor : Miftahul Khair