PONTIANAK POST – Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih impian. Hal ini dibuktikan oleh Bismo Taqhli Siddiq, pemuda asal Pontianak yang berhasil lolos menjadi prajurit TNI Angkatan Darat setelah perjuangan panjang dan penuh ketekunan. Bismo dinyatakan lulus seleksi TNI AD pada Rabu (26/2), sebuah pencapaian yang penuh inspirasi mengingat latar belakang keluarganya. Ia merupakan putra sulung dari dua bersaudara, dengan ayah yang bekerja sebagai tukang sapu jalan di Kota Pontianak.
Setelah pengumuman kelulusannya di Mako Dodik Bela Negara Rindam XII/TPR Kota Singkawang, Bismo mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang telah ia impikan sejak kecil. "Saya sangat senang, Alhamdulillah. Apa yang saya cita-citakan sejak kecil, menjadi tentara, akhirnya tercapai," ujar Bismo dengan penuh haru.
Namun, perjalanan Bismo untuk meraih mimpinya tidaklah mudah. Sang ayah, Agus Eko Irianto, mengungkapkan bahwa putranya telah mengikuti seleksi TNI AD sebanyak delapan kali dan selalu gagal. "Anak saya sudah delapan kali ikut tes TNI AD, tapi selalu gugur. Namun, dia tidak pernah menyerah. Alhamdulillah, pada percobaan yang kesembilan, dia akhirnya lulus. Saya sangat bangga karena anak saya bisa mengangkat derajat orang tuanya yang hanya seorang tukang sapu jalan," kata Agus dengan mata berkaca-kaca.
Agus berharap keberhasilan Bismo dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga dan memberikan kehidupan yang lebih baik. "Saya hanya seorang petugas kebersihan di Kota Pontianak. Dengan keberhasilan anak saya ini, saya berharap ia bisa membanggakan keluarga dan membawa kami ke kehidupan yang lebih baik," ungkapnya penuh harap.
Kisah Bismo menjadi bukti bahwa kegigihan dan doa tidak pernah sia-sia. Ia telah menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berjuang. Semangat pantang menyerah dan keyakinannya telah membawanya meraih impian sebagai seorang abdi negara. (har)
Editor : A'an