PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Singkawang kembali mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi daerah mingguan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rakor yang digelar secara virtual di Ruang TCM Kantor Wali Kota itu juga membahas langkah-langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem menjelang Idulfitri 1446 H.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya pembahasan dua isu besar tersebut untuk menjaga stabilitas ekonomi, ketersediaan bahan pokok, serta kenyamanan masyarakat selama periode hari besar keagamaan.
“Menjelang Idulfitri, kita menghadapi tantangan besar, yaitu fluktuasi inflasi akibat meningkatnya permintaan bahan pokok serta ancaman cuaca ekstrem yang dapat mengganggu distribusi logistik. Oleh karena itu, koordinasi yang baik antar sektor sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini,” ujar Tito.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di wilayahnya.
“Kami bersama Kapolres dan Dandim baru saja mengikuti rakor dari Kemendagri. Paparan tadi sangat penting bagi semua pihak, terutama terkait antisipasi cuaca ekstrem. Kami akan bekerja sama dalam mengatasi dan mencegah potensi dampak demi keamanan Kota Singkawang,” ujarnya usai mengikuti rakor.
Ia juga menekankan pentingnya pemantauan berkala terhadap perkembangan cuaca melalui data yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Kita harus aktif memantau informasi dari BMKG agar dapat menghindari area yang berisiko tinggi terdampak bencana,” katanya.
Tjhai Chui Mie juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di lingkungan masing-masing. Selain itu, ia mengingatkan para pengunjung tempat wisata, terutama pantai dan kawasan rawan bencana, agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa berpotensi membahayakan keselamatan.
“Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, pesisir laut, dan kawasan pegunungan harus lebih berhati-hati. Saya juga mengimbau agar hingga Mei mendatang, masyarakat menghindari aktivitas di pantai. Para nelayan pun diharapkan selalu waspada terhadap kondisi cuaca sebelum melaut,” tutupnya. (har)
Editor : A'an