Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Disdikbud Kota Singkawang Gelar Lomba Imtak Pelajar, Tanamkan Nilai Toleransi Sedari Dini

Hari Kurniathama • Kamis, 13 Maret 2025 | 11:30 WIB
LOMBA: Pembukaan Lomba Peningkatan Iman dan Takwa (Imtak) untuk jenjang SD dan SMP se-Kota Singkawang oleh Wakil Wali Kota Muhammadin, pada Selasa (11/3).
LOMBA: Pembukaan Lomba Peningkatan Iman dan Takwa (Imtak) untuk jenjang SD dan SMP se-Kota Singkawang oleh Wakil Wali Kota Muhammadin, pada Selasa (11/3).

PONTIANAK POST - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1446 H, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang menggelar Lomba Peningkatan Iman dan Takwa (Imtak) untuk jenjang SD dan SMP se-Kota Singkawang.

Acara ini berlangsung di Rumah Melayu Balai Serumpun dan melibatkan pelajar dari berbagai latar belakang agama. Lomba tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, pada Selasa (11/3).

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi pelajar muslim, tetapi juga bagi pelajar non-muslim sebagai wujud nyata toleransi di Kota Singkawang.

“Kegiatan seperti ini memperkokoh Singkawang sebagai Kota Tertoleran. Meski saat ini bulan suci Ramadan, Disdikbud tidak hanya mengadakan lomba Imtak bagi siswa muslim, tetapi juga menyelenggarakan lomba bagi siswa non-muslim,” ujar Muhammadin.

Ia menjelaskan bahwa lomba bagi pelajar muslim digelar pada 11–13 Maret 2025, sementara lomba bagi pelajar non-muslim akan berlangsung pada 22–24 April 2025 di tempat ibadah masing-masing. 

Menurut Muhammadin, toleransi di Kota Singkawang bukan sekadar slogan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. “Toleransi di Singkawang bukan hanya sekadar sebutan, tetapi nyata dan dapat dilihat dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Hal ini tercermin dalam berbagai kegiatan, termasuk lomba ini, serta dalam kehidupan keagamaan yang selalu diwarnai dengan nilai-nilai toleransi,” tuturnya. 

Selain menanamkan nilai toleransi, ia juga mengapresiasi kreativitas siswa yang ditampilkan dalam lomba tersebut. “Mereka juga menunjukkan kreativitas yang luar biasa. Misalnya, dalam lomba fashion show, peserta menggunakan bahan daur ulang seperti karung goni dan kulit permen,” ungkapnya. 

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kota Singkawang, Safari Hamzah, menegaskan bahwa nilai toleransi yang ditanamkan melalui lomba ini tetap menjaga prinsip-prinsip ajaran agama masing-masing.

“Toleransi dalam lomba ini tidak berarti mencampuradukkan ajaran agama, tetapi justru menumbuhkan sikap saling menghormati antarumat beragama,” jelasnya. 

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menanamkan nilai sportivitas serta meningkatkan kesadaran pelajar akan tanggung jawab mereka terhadap kewajiban agama masing-masing.

“Selain menanamkan sikap toleransi, lomba ini diharapkan dapat membentuk karakter peserta agar lebih sportif dan bertanggung jawab dalam menjalankan kewajiban keagamaannya,” tambahnya. 

Berbagai jenis lomba digelar dalam ajang ini. Misalnya lomba bagi pelajar muslim: azan dan salat berjamaah, hafalan Juz 30, kultum, kaligrafi, fashion show, cerdas cermat, kasidah murid, tilawah, dan kasidah guru.

Sementara lomba bagi pelajar non-muslim: azmur, patora suci, dan menyanyikan lagu rohani. Melalui lomba ini, Disdikbud berharap generasi muda semakin memahami pentingnya toleransi, sportivitas, dan tanggung jawab terhadap ajaran agama masing-masing. (har) 

Editor : A'an
#Disdikbud Singkawang #ramadan #imtak