Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gawai Dayak Naik Dango Singkawang: Wujud Harmoni Budaya

Hari Kurniathama • Jumat, 30 Mei 2025 | 12:37 WIB
PEMBUKAAN: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Wali Kota Muhammadin dan Dewan Adat Dayak saat membuka Gawai Dayak Naik Dango Singkawang.
PEMBUKAAN: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Wali Kota Muhammadin dan Dewan Adat Dayak saat membuka Gawai Dayak Naik Dango Singkawang.

PONTIANAK POST — Perayaan budaya tahunan masyarakat Dayak, Gawai Dayak Naik Dango ke-25 di Kota Singkawang, resmi dibuka dengan meriah di Rumah Adat Dayak pada Rabu malam (28/5). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Barat, Ignasius IK, yang hadir mewakili Gubernur Kalbar. Ia didampingi oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Wali Kota Muhammadin, jajaran Forkopimda, serta Dewan Adat Dayak.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang turut menjaga dan melestarikan warisan budaya Dayak. Menurutnya, Gawai Dayak bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol persatuan masyarakat lintas etnis dan agama. “Kegiatan ini luar biasa karena mampu mempersatukan kita sebagai anak bangsa Indonesia,” ujar Tjhai Chui Mie.

Ia juga menekankan bahwa kekayaan budaya lokal memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui pengembangan UMKM dan sektor ekonomi kreatif, seperti kerajinan khas Dayak. “Adanya adat dan budaya ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi kita, khususnya di sektor UMKM. Ini menjadi ruang promosi bagi para pengrajin pakaian dan aksesori khas Dayak,” tambahnya.

Tjhai Chui Mie mengajak seluruh masyarakat Singkawang dan sekitarnya untuk terus menjaga serta mempromosikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan potensi wisata daerah. “Mari kita lestarikan budaya ini. Kita kemas lebih baik lagi agar mampu menarik wisatawan dari luar Singkawang,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Singkawang, Stepanus, menegaskan bahwa Gawai Dayak terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang suku dan agama. “Kami membuka berbagai perlombaan dalam acara ini, yang bisa diikuti oleh siapa pun,” katanya.

Menurutnya, partisipasi lintas etnis juga terlihat dari kehadiran pelaku UMKM dari berbagai latar belakang. “UMKM yang ikut tidak hanya dari suku Dayak saja, tetapi juga banyak dari kalangan Muslim yang turut berjualan di sini,” ungkapnya. Gawai Dayak Naik Dango Kota Singkawang 2025 akan berlangsung hingga 31 Mei, dengan beragam kegiatan budaya, perlombaan, dan partisipasi UMKM lokal. “Jadi, jangan ragu untuk hadir ke Gawai Dayak Naik Dango Kota Singkawang 2025,” tutup Stepanus. (har)

Editor : Hanif
#Muhammadin #Gawai Dayak #singkawang #Dewan Adat Dayak #Thjai Chui Mie #Naik Dango Singkawang 2025 #Rumah Adat Dayak