PONTIANAK POST - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Seminar dan Workshop Pemberdayaan Pendidikan Melalui Pendekatan Artificial Intelligence (AI), Selasa (8/7), di Aula Disdikbud Singkawang. Kegiatan ini diikuti oleh guru, pengawas, pejabat dinas, dan pemangku kepentingan pendidikan dari kawasan Sing Bebas Wah (Singkawang, Sambas, Bengkayang, dan Mempawah), serta didukung oleh organisasi profesi guru seperti PGRI, IGI, dan Pergunu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, Asmadi, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan mendorong inovasi pendidikan agar sejalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan global. “Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi strategis untuk menjawab tantangan era digital. Kami ingin para guru memahami dasar-dasar AI dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran, termasuk coding,” ujar Asmadi.
Menurutnya, AI bukan lagi sekadar konsep masa depan, tetapi sudah menjadi bagian dari proses belajar-mengajar saat ini. “Teknologi AI telah mengubah banyak sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Oleh karena itu, guru perlu diberdayakan agar tidak tertinggal, bahkan bisa menjadi pelopor perubahan,” jelasnya.
Asmadi berharap, melalui seminar dan workshop ini, para guru dapat meningkatkan literasi digital dan pemahaman terhadap AI. Selain itu, guru diharapkan bisa menerapkan pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan personalisasi. Guru juga diminta mampu membangun budaya kolaboratif antara guru, siswa, dan teknologi, serta menjadi agen perubahan dalam transformasi pendidikan di era digital. “Dengan penguatan ini, guru diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tapi juga memberi arah dan warna dalam pendidikan yang bermakna dan menyenangkan,” tutup Asmadi. (har)
Editor : Hanif