PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Singkawang memulai rangkaian peringatan Hari Jadi Pembentukan Kota Singkawang ke-24 dengan aksi penanaman pohon serentak di berbagai titik strategis kota. Kegiatan yang dimulai dari Gerbang Selatan itu menjadi simbol kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Sebanyak 3.154 pohon ditanam di sepanjang ruas jalan utama, melibatkan ASN, TNI–Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas pecinta lingkungan. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata rasa syukur atas perjalanan pembangunan kota sekaligus komitmen terhadap pelestarian lingkungan. “Menanam pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi investasi untuk masa depan. Pohon memberi oksigen, mengatur suhu, menahan banjir, dan mempercantik kota,” ujarnya.
Program penghijauan ini juga dikoordinasikan oleh Wakil Wali Kota Muhammadin, dengan dukungan teknis dari sejumlah dinas terkait. Dukungan datang pula dari sektor swasta, di antaranya PT Kahaptex yang menyumbangkan 15.000 bibit pohon melalui perwakilannya, Rudianto Lim.
Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi Mahoni (3.019 batang), Tabebuya (50), Ketapang Kencana (30), Bogenvil (20), Bambu Kuning (20 pot), Alpukat (10), dan Cempedak King (5). Lokasi penanaman tersebar di Gerbang Selatan, Jalan Pasir Panjang, Bundaran 1001, Jalan Pelita, hingga Jalan Firdaus. Menurut Tjhai Chui Mie, gerakan penghijauan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim yang dampaknya kini semakin terasa.
“Kita sering mengalami cuaca panas dan hujan ekstrem. Dengan menanam pohon, kita menjaga keseimbangan alam dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya. Ia berharap gerakan ini menjadi langkah awal menuju pembangunan kota hijau yang berkelanjutan. “Ini bentuk kebersamaan kita dalam menjaga dan mencintai Kota Singkawang agar menjadi kota yang asri dan sehat untuk ditinggali,” tutupnya. (har)
Editor : Hanif