Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wali Kota Singkawang Ajak Kader Posyandu Keroyokan Tekan Angka Stunting

Hari Kurniathama • Jumat, 17 Oktober 2025 | 10:23 WIB
HADIR: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie hadir dalam Rakor Tim Pembina Posyandu di Hotel Mahkota, Kamis (16/10). Ia menyerukan gerakan bersama menekan angka stunting.
HADIR: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie hadir dalam Rakor Tim Pembina Posyandu di Hotel Mahkota, Kamis (16/10). Ia menyerukan gerakan bersama menekan angka stunting.

PONTIANAK POST – Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyerukan gerakan bersama seluruh kader Posyandu, penyuluh, dan instansi terkait untuk memperkuat edukasi masyarakat tentang bahaya stunting. Ia menegaskan, penurunan angka stunting hanya bisa dicapai jika seluruh elemen bergerak bersama.

“Kalau ada masyarakat yang belum paham, kita harus turun memberikan edukasi. Tanpa pemahaman dan kepedulian terhadap anak, upaya menurunkan angka stunting akan sulit berhasil. Di sinilah pentingnya peran penyuluh dan kader Posyandu,” ujar Tjhai Chui Mie saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Posyandu Kota Singkawang di Hotel Mahkota, Kamis (16/10).

Ia menjelaskan, Rakor tersebut bertujuan memetakan titik-titik kasus stunting di setiap kelurahan hingga tingkat RT agar penanganan lebih terarah. Tjhai Chui Mie juga mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Singkawang yang menggelar kegiatan tersebut dengan melibatkan para pembina Posyandu, camat, dan instansi lintas sektor. “Kita akan lakukan upaya bersama atau ‘keroyokan’. Semua stakeholder harus bergerak, karena penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Pemkot Singkawang, lanjutnya, akan memberi perhatian khusus bagi ibu hamil dan keluarga kurang mampu, termasuk bantuan rutin berupa makanan bergizi bagi anak-anak yang mengalami stunting. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkala setiap tiga bulan agar upaya penanganan dapat diukur dan diperbaiki secara berkelanjutan. “Kita ajak semua pihak bergerak bersama. Dengan kolaborasi dan perhatian yang berkelanjutan, angka stunting di Singkawang bisa terus ditekan,” ujarnya optimistis.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Achmad Hardin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan penanganan stunting.

“Posyandu bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi kerja bersama lintas sektor. Dinas Pendidikan bisa berperan melalui PAUD, Dinas Sosial lewat bantuan sosial, dan Dinas PUPR dengan peningkatan sarana serta sanitasi,” jelasnya.

Menurut Hardin, kolaborasi ini sejalan dengan arahan Wali Kota Singkawang dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2014 tentang Posyandu, yang menekankan pelaksanaan New Posyandu berdasarkan enam pilar: Dinas Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Pekerjaan Umum, Ketertiban Umum, dan PKK. “Dengan kolaborasi lintas sektor, Posyandu dapat menjadi wadah efektif untuk menangani stunting sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat di Kota Singkawang,” pungkasnya. (har)

Editor : Hanif
#Lintas Sektor #Kolaborasi #penanganan stunting #garda terdepan #wali kota singkawang #posyandu