PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Singkawang kembali menegaskan langkah progresifnya menuju kota cerdas dengan partisipasinya dalam Forum Smart Province Kalimantan Barat 2025 yang bertema Smart Province Summit. Forum strategis yang mengumpulkan para kepala daerah se-Kalimantan Barat ini digelar di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, baru-baru ini.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie hadir bersama Kepala Bappeda Dwi Yanti dan Plt Kepala Dinas Kominfo Eko Susanto. Forum tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, yang sekaligus meluncurkan program Layanan Internet Publik sebagai langkah awal pemerataan akses digital di wilayah ini.
Dalam sambutannya, Harisson menegaskan bahwa digitalisasi adalah pondasi utama untuk mempercepat pembangunan dan reformasi birokrasi. "Tanpa digitalisasi, tata kelola pemerintahan akan terus terbelenggu oleh proses manual yang lambat dan tidak efisien. Digitalisasi adalah satu-satunya jalan untuk pelayanan publik yang lebih baik," tegas Harisson.
Harisson juga menjelaskan bahwa transformasi digital Kalimantan Barat telah diatur melalui Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE, Peta Rencana SPBE Provinsi, hingga RPJMD 2025–2029. Ia mengingatkan para kepala daerah bahwa fokus utama pembangunan digital harus pada integrasi data, bukan hanya sekadar menambah aplikasi baru. "Pastikan setiap inisiatif Smart City sejalan dengan arsitektur SPBE provinsi dan nasional, agar tidak ada tumpang tindih sistem," ujar Harisson.
Bagi Kota Singkawang, kata Tjhai Chui Mie, forum ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kolaborasi digital antardaerah. Singkawang sendiri telah memulai langkah besar dalam pengembangan smart city, dengan program digitalisasi pelayanan publik, pemanfaatan data untuk perencanaan, serta upaya peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat. (har)
Editor : Hanif