Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Singkawang Gelar Workshop BDE untuk Tingkatkan Daya Saing Ekraf Digital

Hari Kurniathama • Rabu, 3 Desember 2025 | 13:12 WIB
Workshop BDE yang digelar Bekraf untuk memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif Kota Singkawang.
Workshop BDE yang digelar Bekraf untuk memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif Kota Singkawang.

PONTIANAK POST  Upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Singkawang kembali mendapat dorongan dari pemerintah pusat melalui pelaksanaan Workshop Badan Ekonomi Kreatif Digital Entrepreneurship (BDE) yang digelar di Hotel Mahkota Singkawang, Selasa (2/12). Kegiatan ini fokus pada peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku ekraf agar mampu berkembang di tengah transformasi digital yang semakin cepat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenparekraf/Bekraf, Sabartua Tampubolon, Ketua Komisi I DPRD Kota Singkawang Tambok Pardede, anggota DPRD Yoris Yulius Anes, serta sejumlah perwakilan OPD.

Plt Kepala Disparpora Singkawang, Asmadi, yang hadir mewakili Wali Kota Singkawang, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi momentum penting bagi penguatan kompetensi pelaku ekonomi kreatif. “Pemkot Singkawang mengapresiasi Kemenparekraf/Bekraf yang telah memilih Singkawang sebagai lokasi kegiatan strategis ini. BDE sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekraf, memperluas jaringan, dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor,” ujar Asmadi.

Menurutnya, Singkawang memiliki potensi besar sebagai kota kreatif dengan subsektor kuliner, kriya, seni pertunjukan, fotografi, desain, hingga konten digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kompetisi di sektor kreatif kini sangat dipengaruhi pemanfaatan teknologi digital.

“Produksi semakin cepat, distribusi lebih efisien, dan pasar tidak lagi terbatas. Pelaku UMKM dan ekraf yang menguasai platform digital memiliki peluang besar menembus pasar nasional maupun internasional,” jelasnya.

Asmadi menilai pelatihan BDE hadir pada waktu yang tepat untuk meningkatkan literasi digital, pemasaran berbasis data, pemanfaatan e-commerce, optimalisasi media sosial, hingga pemahaman tren teknologi seperti penggunaan AI untuk produksi konten dan analitik pelanggan.

Ia menambahkan, penguatan ekonomi kreatif berhubungan erat dengan sektor pariwisata, terutama karena wisatawan kini sangat bergantung pada informasi digital sebelum berkunjung. Konten kreatif, produk lokal, dan narasi budaya menjadi daya tarik penting dalam mempromosikan destinasi. “Ketika pelaku ekraf semakin terampil, komunitas kreatif menghasilkan konten berkualitas, dan semua pihak berkolaborasi menciptakan pengalaman wisata yang unik, maka pariwisata akan tumbuh lebih cepat,” katanya. (har)

Editor : Hanif
#Workshop BDE #Ekonomi Kreatif #Pelatihan Ekraf #Literasi Digital #Digital Entrepreneurship