PONTIANAK POST – Hari kedua Operasi Pasar Tahap VI di Kota Singkawang berlangsung heboh. Ribuan warga memadati Aula SMKN 4 Singkawang, Sijangkung, sejak pagi untuk mendapatkan paket sembako bersubsidi. Hanya dalam dua jam, 1.000 paket yang disediakan ludes terjual sebelum pukul 11.00 WIB.
Operasi pasar yang digelar Disdaginkop & UKM Kota Singkawang pada Selasa (2/12) itu menjual paket berisi beras premium 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan minyak goreng 2 liter seharga Rp107.800. Harga tersebut jauh lebih rendah dari harga pasar yang mencapai sekitar Rp154.000. “Semua paket sudah habis sebelum jam 11.00 siang, lebih cepat dari jadwal penutupan pukul 12.00,” ujar Kepala Disdaginkop UKM Kota Singkawang, Yasmalizar.
Operasi pasar ini menjadi langkah strategis Pemkot Singkawang menekan inflasi jelang Natal dan Tahun Baru 2026 sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah naiknya harga kebutuhan harian. “Kita tahu saat ini harga bahan pokok banyak yang naik. Operasi pasar menjadi solusi untuk menekan inflasi dan membantu warga menghadapi tekanan ekonomi,” jelasnya.
Pemkot memberikan subsidi besar, yakni sebesar Rp46.200 per paket atau sekitar 42 persen—lebih tinggi dibanding tahap-tahap sebelumnya di kisaran 30–33 persen. “Subsidi kali ini memang kita tambah. Untuk tahap VI, kita berikan subsidi 42 persen,” kata Yasmalizar.
Operasi Pasar Tahap VI masih berlanjut pada Rabu (3/12) di Pasar Semi Modern Jembatan Pelangi dengan menyediakan 1.178 paket. Keesokan harinya, Kamis (4/12), kegiatan berpindah ke Terminal Pasiran dengan 1.000 paket sembako murah. “Mari warga Singkawang manfaatkan dua hari terakhir Operasi Pasar Tahap VI ini,” ujarnya. (har)
Editor : Hanif