Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

FKUB Katingan Kaji Tiru Praktik Toleransi Antarumat Beragama di Singkawang

Hari Kurniathama • Jumat, 19 Desember 2025 | 10:53 WIB

 

DIABADIKAN: Rombongan FKUB Kabupaten Katingan bersama jajaran Pemkot dan FKUB Kota Singkawang dalam kunjungan kaji tiru pengelolaan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
DIABADIKAN: Rombongan FKUB Kabupaten Katingan bersama jajaran Pemkot dan FKUB Kota Singkawang dalam kunjungan kaji tiru pengelolaan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

PONTIANAK POST – Reputasi Kota Singkawang sebagai salah satu daerah paling toleran di Indonesia kembali menarik perhatian daerah lain. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, melakukan kunjungan kaji tiru ke Kota Singkawang untuk mempelajari praktik menjaga kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi kekuatan sosial kota tersebut.

Rombongan FKUB Katingan yang dipimpin Ketua FKUB Katingan, Edi Rahmat Sosiawan, diterima Pemerintah Kota Singkawang melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yulianus Anus, bersama Staf Ahli, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta jajaran pengurus FKUB Kota Singkawang.

Yulianus Anus mengapresiasi kepercayaan FKUB Katingan yang memilih Singkawang sebagai lokasi kaji tiru. Ia menegaskan, toleransi yang terbangun di Singkawang bukanlah proses instan, melainkan hasil komitmen jangka panjang antara pemerintah dan masyarakat. “Toleransi di Singkawang ini telah melalui proses panjang, dengan banyak upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yulianus, komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghormati menjadi kunci utama menjaga harmoni di tengah keberagaman etnis dan agama. Ia menyebutkan, perbedaan justru dijadikan ruang pembelajaran bersama untuk menekan potensi ego kelompok. “Di balik keberadaan tiga etnis besar, kami terus menjaga agar tidak muncul ego kelompok atau etnis tertentu,” katanya.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Singkawang, Zulhiar, menambahkan bahwa dalam satu hingga dua tahun terakhir Singkawang kerap menjadi tujuan studi tiru dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas kunjungan berkaitan dengan isu toleransi, kerukunan sosial, dan pengelolaan keberagaman.

“Kami selalu terbuka menerima kunjungan daerah lain. Ini juga menjadi sarana memperkenalkan Singkawang sebagai kota yang aman, damai, dan toleran,” ujarnya. Zulhiar berharap kunjungan FKUB Katingan dapat ikut menyebarkan citra positif Singkawang ke daerah lain, sekaligus memperkuat jejaring antar-FKUB di tingkat regional.

Sementara itu, Ketua FKUB Katingan, Edi Rahmat Sosiawan, mengatakan Singkawang dipilih karena reputasinya di tingkat nasional sebagai kota yang berhasil mengelola keberagaman. Menurutnya, pembelajaran langsung di lapangan menjadi referensi penting bagi penguatan kerukunan umat beragama di Kabupaten Katingan. “Kami melihat langsung bagaimana keberagaman dikelola secara nyata di Singkawang. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.

Edi menambahkan, FKUB Katingan ingin mempelajari pola komunikasi lintas agama yang dibangun secara konsisten di Singkawang untuk kemudian diadaptasi sesuai karakter sosial masyarakat Katingan. “Meski kondisi sosial dan etnis berbeda, praktik baik dari Singkawang bisa menjadi inspirasi. Harapannya, Katingan juga semakin kuat sebagai daerah yang rukun dan toleran,” pungkasnya. (har)

Editor : Hanif
#toleransi #fkub #katingan #singkawang #Kaji Tiru #Umat Beragama