PONTIANAK POST - Anggota DPRD Singkawang, Elzi Syaiyid, S.AB, MM, mengingatkan pihak eksekutif yang dipimpin Wali Kota Singkawang konsisten terhadap apa yang menjadi kesepakatan bersama antara eksekutif dan legislatif terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
"Kami mengingatkan bahwa untuk APBD 2026 harus sesuai dengan apa yang telah disepakati dalam pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2026 dan disetujui pada paripurna tanggal 28 November 2025 yang lalu," ungkap politisi Partai Golkar tersebut, Minggu (21/12).
Ia mengatakan kesepakatan bersama antara DPRD Singkawang dan eksekutif terkait APBD 2026 ini harus selaras dengan Permendagri Nomor 14 tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026. Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2026 telah ditetapkan dan disetujui oleh pemkot bersama DPRD. Oleh karena itu, pergeseran/perubahan terhadap rincian APBD sampai dengan subkegiatan, hingga pendapatan, belanja dan pembiayaan, tidak boleh dilakukan secara sepihak tanpa melalui mekanisme persetujuan bersama DPRD.
"Konsistensi atas kesepakatan yang telah dibuat dengan disahkannya APBD 2026 ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap aturan itu sendiri. Sinergi eksekutif dan legislatif yang sudah apik ini jangan ternodai dengan hal-hal yang merusak hasil kolaborasi tersebut," ungkapnya.
Pihaknya juga kembali mengingatkan time line penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026 harus sesuai dengan Permendagri Nomor 14 tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026, bahwa disampaikan melalui surat pengantar kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat paling lambat tiga hari sejak hari tanggal persetujuan rancangan perda kabupaten/kota tentang APBD untuk evaluasi sebelum ditetapkan oleh bupati/wali kota.
Ia menyayangkan proses tersebut molor karena tidak selaras seperti yang diperintahkan oleh Permendagri Nomor 14 tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026. "Yang terjadi di Singkawang sangat-sangat tidak tepat waktu yakni lewat dari yang diperintahkan oleh Permendagri. Kami mengkhawatirkan ada sesuatu hal yang tidak kita inginkan bersama," jelasnya. (har)
Editor : Hanif