Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Donasi Imlek dan CGM Singkawang Capai Rp2,3 M, Panitia Terus Galang Dana untuk Mencapai Target Rp9 M

Hari Kurniathama • Senin, 26 Januari 2026 | 13:40 WIB
GALANG DANA: Wali Kota Tjhai Chui Mie saat pertemuan penggalangan dana perayaan Imlek dan CGM Singkawang di Jakarta.
GALANG DANA: Wali Kota Tjhai Chui Mie saat pertemuan penggalangan dana perayaan Imlek dan CGM Singkawang di Jakarta.

PONTIANAK POST – Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh (CGM) Kota Singkawang tahun 2026 berhasil menghimpun dana donasi sebesar Rp2,3 miliar. Angka tersebut diperoleh melalui dua tahap penggalangan dana yang dilakukan di Kota Singkawang dan Jakarta.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengungkapkan, meski angka tersebut cukup besar, panitia masih menghadapi kekurangan dana yang signifikan. Pasalnya, estimasi biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan perhelatan nasional tersebut mencapai lebih dari Rp9 miliar.

"Panitia masih mengalami kekurangan dana yang lumayan banyak. Kami terus mengajak masyarakat dan diaspora Singkawang di luar daerah untuk turut peduli menyukseskan perhelatan ini," kata Tjhai Chui Mie, Minggu (25/1).

Untuk menutupi kekurangan tersebut, panitia telah mengajukan proposal kepada berbagai perusahaan, instansi, BUMN, hingga BUMD. Tersedia beberapa kategori paket kemitraan bagi sponsor, mulai dari paket Platinum, Diamond, Silver, hingga Bronze dengan berbagai keuntungan bagi pemberi dukungan.

"Kita ada paket platinum, diamond, silver dan bronze sehingga dengan paket ini mereka bisa mendapatkan benifit yang tertera di level-level tersebut," ungkapnya. 

Integrasi Ornamen Imlek dan Ramadan

 Di sisi lain, persiapan teknis di lapangan terus berjalan. Ketua Pelaksana Imlek dan CGM Singkawang, Bun Cin Thong, menyatakan bahwa proses penghiasan kota saat ini telah mencapai 60 persen. Menariknya, hiasan kota tahun ini akan dikombinasikan dengan ornamen menyambut Ramadan dan Idulfitri.

"Berdasarkan kesepakatan, kami membantu panitia Ramadhan Fair dalam menghias jalan-jalan utama. Seperti di Jalan P. Diponegoro, pemasangan lampion akan dikombinasikan antara warna merah untuk Imlek serta warna hijau dan kuning sebagai lambang Ramadan," jelas Bun Cin Thong.

Langkah ini dilakukan sebagai wujud nyata toleransi di Singkawang. Selain lampion, panitia juga memasang hiasan bertema angpau dan Lebaran secara berdampingan. Seluruh proses penghiasan kota ditargetkan rampung dalam satu minggu ke depan.

Panggung Budaya 17 Etnis

Pusat perayaan akan dipusatkan di Stadion Kridasana. Panitia akan membangun taman, replika, dan panggung seni budaya yang akan berlangsung selama 14 hari berturut-turut. Panggung tersebut diperuntukkan bagi 17 paguyuban etnis yang ada di Kota Singkawang untuk menampilkan kekayaan budayanya masing-masing.

Bun Cin Thong menegaskan bahwa kepanitiaan tahun ini bersifat inklusif dan tidak hanya melibatkan warga Tionghoa.

"Kepanitiaan ini sangat toleran karena melibatkan berbagai etnis. Hal ini membuktikan bahwa Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang adalah milik bersama seluruh masyarakat," pungkasnya.(har)

Editor : Hanif
#Ornamen #kalbar #imlek #singkawang #capgomeh