PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Jalan Bandara, Kecamatan Singkawang Selatan, terus meluas. Hingga Selasa (3/2), total area yang terdampak diperkirakan telah mencapai 5 hektare, mencakup Kelurahan Sedau seluas 2 hektare dan Kelurahan Pangmilang seluas 3 hektare.
Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, menyatakan bahwa tim gabungan telah berupaya melakukan pemadaman sejak Minggu lalu. Namun, kondisi di lapangan menyulitkan proses penjinakan api.
"Kebakaran cukup sulit dipadamkan karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan vegetasi pakis, akasia, sawit, serta semak belukar. Kondisi ini diperparah dengan kecepatan angin yang mencapai 11 kilometer per jam," jelas Yuyu di Singkawang.
Hingga sore hari, api dilaporkan masih berkobar dengan kepulan asap tebal. Dari total 5 hektare area terbakar, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 2,5 hektare. Karakteristik lahan gambut yang menyimpan api di bawah permukaan tanah menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.
Untuk mengatasi sebaran api, operasi pemadaman darat mengerahkan 71 personel gabungan. Tim tersebut terdiri dari Manggala Agni, TNI/Polri, BPBD Kota Singkawang, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) dari berbagai kelurahan.
Dalam proses pemadaman, petugas mengandalkan sarana mesin pompa air dan peralatan manual. Namun, ketersediaan air di lokasi cukup terbatas. Petugas saat ini memanfaatkan parit terdekat yang memiliki lebar dan kedalaman hanya sekitar satu meter.
"Kegiatan pemadaman akan terus kami lakukan secara intensif hingga api benar-benar padam total agar tidak menimbulkan kabut asap yang lebih peka," pungkas Yuyu. (har)
Editor : Hanif