PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menegaskan Festival Cap Go Meh 2026 yang akan digelar Selasa besok (3/3) bukan sekadar perayaan budaya, melainkan simbol hidupnya harmoni dan keberagaman di Kota Singkawang. Even tahun ini akan menghadirkan 727 tatung.
Dari tahun ke tahun, tren kunjungan wisatawan selama perayaan CGM Singkawang terus mengalami peningkatan. Pada 2023 tercatat sebanyak 606.663 wisatawan berkunjung. Pada 2024 jumlahnya menurun menjadi 305.496 orang karena bertepatan dengan pelaksanaan Pilpres. Namun pada 2025 kembali melonjak hingga mencapai 702.056 kunjungan wisatawan.
Tahun ini Pemkot Singkawang menargetkan 1 juta kunjungan wisatawan. Selain wisatawan, sejumlah tamu undangan dari tingkat nasional hingga internasional juga dijadwalkan hadir. Di antaranya Menteri Koordinator Pembangunan Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta beberapa wakil menteri.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengatakan Festival Cap Go Meh telah tumbuh menjadi identitas kultural masyarakat Singkawang yang lahir dari tradisi panjang berbagai etnis dan agama yang hidup berdampingan secara damai.
“Festival Cap Go Meh ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Singkawang. Tradisi ini lahir dan tumbuh dalam keberagaman, sekaligus menjadi simbol keharmonisan antarumat beragama dan antaretnis,” ujarnya di Singkawang, Minggu.
Menurutnya, melalui perayaan Cap Go Meh, dunia dapat menyaksikan bagaimana masyarakat Singkawang menjaga persaudaraan dalam perbedaan. Kehidupan sosial yang rukun, saling menghormati, dan saling mendukung menjadi kekuatan utama kota tersebut.
Tahun ini, perayaan Imlek dan Cap Go Meh memiliki makna yang lebih istimewa karena berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan. Momentum ini dinilai sebagai wujud nyata toleransi yang telah mengakar kuat di Singkawang selama puluhan tahun.
Pemerintah Kota Singkawang bersama panitia Imlek dan Cap Go Meh serta panitia Ramadan Fair berkolaborasi menghias kota dan menyiapkan rangkaian kegiatan agar dua momentum keagamaan tersebut dapat berjalan berdampingan secara harmonis.
Keunikan itu semakin terasa karena pawai obor dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan juga dilaksanakan bertepatan dengan malam Tahun Baru Imlek.
“Inilah momentum istimewa untuk menunjukkan kepada dunia bahwa damai itu indah, mengagumkan, dan membahagiakan,” kata Tjhai Chui Mie.
Dari sisi pengamanan, Pemkot Singkawang bersama TNI dan Polri telah menyiapkan langkah-langkah terpadu untuk memastikan pelaksanaan Festival Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Selain aspek keamanan, pemerintah daerah juga memperkuat promosi agar gaung Festival Cap Go Meh semakin luas dan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia berharap Festival Cap Go Meh terus menjadi agenda tahunan yang dinantikan wisatawan serta semakin mengukuhkan Singkawang sebagai kota toleransi dan destinasi wisata budaya yang membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional. (ant)
Editor : Miftahul Khair