PONTIANAK POST – Perhelatan akbar Perayaan Imlek 2577 dan Festival Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang resmi berakhir. Penutupan rangkaian acara ditandai dengan pemukulan loku secara simbolis oleh Wali Kota Singkawang bersama unsur Forkopimda di Stadion Kridasana, Rabu (4/3) malam.
Kemeriahan budaya yang berlangsung selama lebih dari dua pekan tersebut sukses menjadikan Singkawang sebagai magnet wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Ribuan warga memadati arena penutupan yang berlangsung khidmat sekaligus semarak.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa festival tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata kekuatan keberagaman. Hal ini selaras dengan tema yang diusung, yakni “Budaya Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
“Kita telah membuktikan bahwa keragaman etnis dan budaya adalah kekuatan utama Singkawang,” ujar Tjhai Chui Mie dalam sambutannya.
Sejak acara dibuka pada 15 Februari lalu, Singkawang disulap menjadi panggung budaya. Hiasan lampion menghiasi sudut-sudut jalan, lomba hias lingkungan melibatkan partisipasi warga, sementara pentas seni dan expo budaya menghadirkan ragam tradisi lintas etnis di Stadion Kridasana.
Puncak perayaan berlangsung pada 3 Maret melalui pawai tatung yang menyedot ribuan pasang mata. Atraksi tersebut kembali menegaskan kekhasan Singkawang yang sulit ditemukan di daerah lain. Lebih dari sekadar pertunjukan ketangkasan dan ritual, pawai tatung dinilai menjadi daya ungkit sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.
“Festival ini telah berevolusi dari upacara keagamaan menjadi festival kebudayaan yang menjadi identitas kebanggaan bersama,” katanya.
Selain aspek budaya, festival ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Keterlibatan pelaku UMKM dalam Festival Kuliner Cap Go Meh serta partisipasi peserta lomba mobil hias disebut telah menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat secara nyata.
“Kerja keras seluruh pihak, termasuk sponsor dan pelaku usaha, memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Meski dinilai sukses, Pemerintah Kota Singkawang menyatakan tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang agar semakin tertib dan profesional.
Di akhir acara, Pemerintah Kota memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang berkontribusi dalam menjaga keamanan dan kelancaran acara. Penghargaan diberikan kepada jajaran TNI, Polri, Brimob, Satpol PP, hingga Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS).
Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran panitia di bawah kepemimpinan Ketua Umum Mimi Hetty Layani dan Ketua Pelaksana Bun Cin Thong, serta koordinasi lintas dinas yang dinilai solid selama perhelatan berlangsung.(har)
Editor : Hanif