PONTIANAK POST- Sebanyak 80 stan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) akan meramaikan pelaksanaan Gawe Dayak Naik Dango ke-XXVI di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang digelar pada 27–31 Mei 2026 di Rumah Adat Dayak Singkawang.
Ketua Pelaksana Gawe Dayak Naik Dango XXVI Andreas Aan di Singkawang, Kamis, mengatakan ratusan pelaku UMKM tersebut disiapkan untuk memperkuat promosi produk lokal sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat selama kegiatan budaya berlangsung.
“Sebanyak 80 stan UMKM kami siapkan di area Rumah Adat Dayak Singkawang. Produk yang ditampilkan mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga berbagai cenderamata khas Dayak dan Singkawang,” katanya.
Ia menyebut keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus pengembangan sektor pariwisata daerah.
Menurut dia, antusias masyarakat terhadap kegiatan budaya tersebut terus meningkat setiap tahun sehingga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.
Berdasarkan pelaksanaan sebelumnya, omzet pedagang selama kegiatan diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta per hari. Dengan keterlibatan 80 UMKM, potensi perputaran ekonomi harian diproyeksikan mencapai sekitar Rp400 juta.
“Jika berlangsung selama lima hari maka transaksi ekonomi yang tercipta diperkirakan bisa mencapai miliaran rupiah. Ini menjadi peluang besar bagi UMKM lokal untuk berkembang,” ujarnya.
Selain UMKM, dampak ekonomi kegiatan ini juga diperkirakan dirasakan sektor lain seperti perhotelan, rumah makan, transportasi, hingga jasa wisata di Kota Singkawang.
Panitia menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 20 ribu orang selama lima hari pelaksanaan, atau sekitar 4.000 pengunjung per hari, berdasarkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
“Kehadiran wisatawan ini akan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia berharap Gawe Dayak Naik Dango tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Dayak, tetapi juga mampu memperkuat posisi Singkawang sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Barat. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas