
PONTIANAK POST – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Singkawang melakukan monitoring langsung ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) yang berada di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.
Peninjauan lapangan ini dilakukan menyusul adanya aduan dari masyarakat nelayan setempat terkait belum beroperasinya fasilitas tersebut meski sudah lama berdiri.
Diketahui, bangunan SPBUN di Kelurahan Sedau ini telah berdiri selama kurang lebih 8 tahun. Namun, hingga saat ini fasilitas pengisian bahan bakar khusus nelayan tersebut belum juga beroperasi. Hingga kini, kendala utama yang menyebabkan mandeknya operasional SPBUN tersebut masih belum jelas.
Akibat belum beroperasinya SPBUN ini, para nelayan di wilayah Singkawang Selatan terpaksa harus membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Pertalite di SPBU umum.
Baca Juga: Bea Cukai Sintete Bangun Kantor Baru di Singkawang, Proyek Rp21 Miliar Ditarget Rampung November
Di sana, para nelayan harus berhadapan dengan antrean panjang dan kuota harian yang sangat terbatas. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, mengingat nelayan membutuhkan kepastian BBM setiap hari demi menyambung hidup dan mencari rezeki di laut.
Anggota Komisi II DPRD Kota Singkawang Elzi Syaiyid menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan BBM bagi nelayan merupakan hal yang krusial karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, pihak DPRD meminta Pertamina untuk mengambil langkah proaktif dalam menyelesaikan masalah ini.
"Jika seluruh persyaratan administrasi dan teknis sudah terpenuhi, kami mendesak Pertamina untuk segera mengaktifkan SPBUN Sedau demi kepentingan dan kesejahteraan nelayan," ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pengawas Pertamina, Iswanda, turut hadir dalam agenda monitoring untuk melihat langsung kondisi di lapangan serta mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh pihak legislatif maupun perwakilan nelayan.
Sebagai langkah tindak lanjut, Komisi II DPRD berencana akan segera menggelar agenda hearing (Rapat Dengar Pendapat) resmi bersama pihak Pertamina di Pontianak.
Baca Juga: Nelayan Kubu Raya Dibekali Kemampuan SAR oleh Kantor SAR Pontianak untuk Hadapi Kondisi Darurat
Pertemuan tersebut nantinya akan membahas kejelasan operasional SPBUN serta pemenuhan usulan kuota BBM bagi nelayan di Singkawang Selatan, yang diperkirakan membutuhkan alokasi sekitar 180.483 Liter BBM per bulan. (har)
Editor : Hanif