Kejar Target Juli 2026, Menteri PU Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Singkawang!

Antara • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 20:44 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di dampingi Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie meninjau pengerjaan pembangunan sekolah rakyat di Singkawang. (ANTARA)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di dampingi Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie meninjau pengerjaan pembangunan sekolah rakyat di Singkawang. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mempercepat penyelesaian pembangunan program Sekolah Rakyat di Kota Singkawang untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem. Langkah taktis ini bertujuan memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera dapat mulai bersekolah tepat waktu pada tahun ajaran baru, Juli 2026.

Percepatan dilakukan karena proyek tersebut masih masuk kategori “zona merah”. Menurut Dody, Singkawang merupakan salah satu dari lima titik kritis dengan progres pembangunan terendah secara nasional.

Pemerintah pusat kini bergerak cepat melipatgandakan personel di lapangan guna mengejar target tenggat waktu penyelesaian pada Juni 2026.

"Kami terus kejar supaya selesai Juni ini. Kami ingin adik-adik yang hari ini masih di level prasejahtera bisa masuk sekolah tepat waktu di tahun ajaran baru," ujar Dody Hanggodo saat meninjau lokasi pada Kamis (28/5).

TNI dan Pemda Turun Tangan Pasok Tenaga Kerja

Percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, hingga intervensi pendanaan. Pendekatan gotong-royong ini diambil untuk mengatasi masalah suplai material dan keterbatasan tenaga kerja di lapangan.

"Kami berharap dengan dukungan Pak Panglima, Pak Kasat, dan tambahan tenaga dari mereka, proyek ini selesai tepat waktu," kata Dody.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Singkawang Lamban, Menteri PU Targetkan Rampung Juni 2026

Kendala Arus Kas dan Utang Material Perusahaan Pelaksana

Dody mengungkapkan kendala utama di lapangan berpusat pada persoalan finansial dan arus kas (cash flow) kontraktor pelaksana. Kondisi ekonomi yang menantang membuat para pemasok lokal tidak lagi memberikan kelonggaran utang untuk bahan bangunan.

Berikut data realisasi fisik pembangunan sekolah rakyat di zona merah berdasarkan laporan evaluasi infrastruktur pendidikan:

Wilayah Zona Merah

Target Penyelesaian

Realisasi Fisik (%)

Kota Singkawang

Juni 2026

62,5%

Kabupaten Sampang

Juni 2026

65,0%

Kabupaten Timor Tengah Selatan

Juli 2026

58,3%

Kabupaten Nias

Juli 2026

61,1%

Kabupaten Deiyai

Agustus 2026

51,4%

 

"Kalau ada uang, tenaga kerja bisa ditambah dan material bisa dibeli. Namun saat ini supplier tidak mau lagi memberi utang material," jelasnya.

Kendati demikian, ia berkomitmen mengomunikasikan kendala ini langsung dengan para pemangku kebijakan di Jakarta.

Tumpuan Keluarga Miskin dan Dukungan Penuh Pemkot Singkawang

Proyek Sekolah Rakyat ini menjadi tumpuan harapan bagi ratusan kepala keluarga miskin di Singkawang yang mendambakan akses pendidikan layak. Program ini dirancang bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah intervensi sosial kemanusiaan untuk memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Ditarget Rampung 20 Juni 2026, Pemerintah Percepat Pekerjaan di Sejumlah Daerah

Mariam (42), seorang ibu tunggal pemulung di kawasan pinggiran Singkawang, mengaku cemas setiap kali memasuki tahun ajaran baru karena biaya seragam dan buku yang melambung. Ia berharap sekolah rakyat segera rampung sehingga anaknya bisa bersekolah dengan gratis.

"Saya sangat berharap Sekolah Rakyat ini cepat selesai dan benar-benar gratis tanpa pungutan apa pun, supaya anak saya tidak nasibnya sama seperti ibunya yang tidak tamat SD," ungkap Mariam sebagaimana Laporan Dokumentasi Lapangan Komite Peduli Pendidikan Daerah Kalbar, Mei 2026.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk mengawal ketat progres fisik di lapangan.

Pemkot Singkawang selama ini telah memfasilitasi kebutuhan mendasar proyek, mulai dari penyediaan lahan bersih hingga percepatan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

"Kami bersama Wakil Wali Kota siap membantu mengawal. Jika ada kekurangan atau kendala di lapangan, kami segera turun tangan," pungkas Tjhai Chui Mie.(*)

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
tahun ajaran baru Pemkot Singkawang. Keluarga Prasejahtera infrastruktur pendidikan kemiskinan ekstrem