PONTIANAK POST - Sebanyak 126 santri kelas VI MI Unggulan Ushuluddin Singkawang dinyatakan lulus 100 persen pada Tahun Pelajaran 2025/2026 dan mengikuti prosesi Khatmul Qur’an serta Pengantar Studi Lanjutan di Gedung H.B. Rasnie Terpadu Center Ma’hadi Pondok Pesantren Ushuluddin Singkawang, Rabu (3/6/2026).
Prosesi kelulusan berlangsung khidmat dan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Muhlis, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Ushuluddin.
Dalam sambutannya, Muhlis mengapresiasi capaian akademik dan non-akademik para santri yang dinilai berhasil menunjukkan perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
“Madrasah bukan sekadar tempat belajar, melainkan wadah pembentuk akhlak dan kepribadian. Nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan harus menjadi bekal utama masa depan mereka,” kata Muhlis.
Menurutnya, keberhasilan santri tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan menjaga akhlak dan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MI Unggulan Ushuluddin, Masruraini, menegaskan bahwa kelulusan bukan akhir perjalanan pendidikan para santri.
“Momentum ini bukanlah perpisahan, melainkan langkah awal para santri untuk menuntut ilmu di jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
22 Santri Raih Penghargaan Hafalan Al-Qur’an
Komitmen madrasah dalam mencetak generasi Qurani terlihat melalui pemberian penghargaan kepada 22 santri yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak satu hingga dua juz.
Penghargaan tersebut diberikan dalam prosesi khusus yang ditandai dengan penyerahan bunga telur oleh Pimpinan Pondok Pesantren Ushuluddin KH. Bujang Rasnie, Muhlis, dan Masruraini.
Baca Juga: Masjid Kapal Munzalan Gelar Ifthar Akbar untuk 320 Santri Yatim dan Penghafal Alquran
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para santri dan orang tua karena menunjukkan keberhasilan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga penguatan nilai keagamaan.
Wujud Terima Kasih kepada Guru
Acara kelulusan turut dimeriahkan penampilan Tari Menyulam Kain oleh siswa kelas III serta penayangan video dokumenter perjalanan belajar para santri selama enam tahun.
Prosesi kemudian ditutup dengan pengalungan medali dan penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL) kepada seluruh santri.
Dalam suasana haru, para santri memberikan cenderamata kepada pihak madrasah sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih atas dedikasi para guru yang mendampingi proses pendidikan mereka sejak kelas I hingga lulus.
Momen tersebut menjadi simbol kuat hubungan antara guru, santri, dan orang tua dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter Qurani. (har)
Editor : Hanif