Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

JKN Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah, Jumlah Peserta Capai 282,7 Juta Jiwa

Hari Kurniathama • Jumat, 3 Juli 2026 | 05:10 WIB
Kegiatan Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 yang digelar pada Kamis (2/7).
Kegiatan Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 yang digelar pada Kamis (2/7).

PONTIANAK POST – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat hingga ke daerah. Memasuki lebih dari satu dekade pelaksanaannya, JKN dinilai menjadi fondasi dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan produktif.

Hal itu disampaikan dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 yang digelar secara daring, Kamis (2/7). Kegiatan tersebut juga diikuti jurnalis di Kota Singkawang.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan JKN hadir untuk meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memperoleh layanan kesehatan.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Kejar Penambahan 79 Ribu Peserta JKN untuk Capai UHC Berkualitas

"Ketika warga kita di daerah bisa berobat tanpa perlu pusing memikirkan biaya yang mencekik, mereka bisa fokus bekerja, bertani, berniaga, dan menyekolahkan anak-anak mereka. Inilah modal utama pembangunan daerah," ujar Pujo.

Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia.

Sepanjang 2025, pemanfaatan layanan JKN tercatat sebanyak 725,3 juta kunjungan atau rata-rata sekitar 1,9 juta layanan setiap hari di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit daerah.

BPJS Kesehatan juga terus memperluas layanan digital melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, serta Care Center 165. Layanan tersebut didukung 23.770 Puskesmas dan Klinik Pratama (FKTP), 3.194 rumah sakit (FKRTL), serta 6.190 fasilitas kesehatan penunjang lainnya.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Singkawang Perluas Akses Layanan JKN Melalui VIOLA: Peserta Kini Bisa Urus Administrasi Secara Daring Tanpa Datang ke Kantor

Dari sisi pengelolaan keuangan, Dana Jaminan Sosial (DJS) mencatat aset bersih sebesar Rp30,04 triliun atau cukup untuk membayar klaim hingga 1,88 bulan ke depan. Hasil investasi mencapai Rp3,94 triliun. BPJS Kesehatan juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.

Program JKN juga memberikan dampak terhadap perekonomian. Berdasarkan kajian LPEM FEB UI, perputaran dana JKN berkontribusi hingga Rp129 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja. Dampaknya turut dirasakan sektor jasa kesehatan, industri makanan dan minuman, serta usaha di sekitar fasilitas kesehatan.

Kajian tersebut juga menyebut JKN telah menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan dan melindungi 16 juta warga dari risiko jatuh miskin akibat biaya pengobatan. Selain itu, setiap kenaikan satu persen kepesertaan JKN mampu meningkatkan pengeluaran per kapita rumah tangga sebesar 2,71 persen serta menaikkan angka harapan hidup hingga tiga tahun. (har)

 

Editor : Hanif
#program jkn #bpjs #layanan #bpjs kesehatan