PONTIANAK POST - Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas sekitar dua hektare di Jalan Demang Akub, belakang Perumahan Sinka, Kelurahan Sungai Bulan, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang. Operasi pemadaman berlangsung selama dua hari hingga api dipastikan padam sepenuhnya.
Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang Yuyu Wahyudin mengatakan operasi pada hari kedua difokuskan pada proses mopping up atau pembasahan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa di bawah permukaan tanah.
"Operasi pemadaman yang memasuki hari kedua difokuskan pada upaya pembasahan total guna memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa di bawah permukaan tanah," katanya, dikutip dari Antara, Kamis (16/7).
Baca Juga: Kubu Raya Siapkan Rp500 Juta untuk Dukung Penanganan Karhutla
Libatkan 35 Personel Gabungan
Sebanyak 35 personel diterjunkan dalam operasi pemadaman. Mereka terdiri atas petugas Manggala Agni, Polri, TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat.
Menurut Yuyu, kolaborasi seluruh unsur menjadi faktor penting sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan perkebunan milik warga.
Medan Sulit dan Cuaca Panas Jadi Tantangan
Petugas menghadapi sejumlah kendala selama proses pemadaman. Lokasi kebakaran berada di lahan mineral berpasir yang ditumbuhi semak belukar, akasia, dan hutan campuran, sementara cuaca panas meningkatkan risiko penyebaran api.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim memanfaatkan sumber air dari parit di sekitar lokasi. Sejumlah peralatan seperti mesin pompa, selang pemadam, dan alat pemukul api juga digunakan selama operasi berlangsung.
Baca Juga: Enam Titik Karhutla di Kubu Raya Berhasil Dikendalikan, Pemkab Perkuat Kolaborasi
Pemadaman Tuntas dalam Dua Hari
Yuyu menjelaskan pada hari pertama petugas berhasil mengendalikan kebakaran di lahan seluas sekitar 0,5 hektare. Sisa kebakaran seluas sekitar 1,5 hektare kemudian berhasil dipadamkan pada hari kedua.
"Berdasarkan evaluasi di lapangan, kebakaran telah berhasil dipadamkan sepenuhnya dan seluruh personel serta peralatan telah kembali ke posko," ujarnya.
Masyarakat Diminta Waspadai Titik Api Baru
Meski api telah padam, Manggala Agni mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api baru agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kapolsek Singkawang Utara AKP Sobitun juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca panas dan kondisi lahan di wilayah tersebut mudah terbakar.
"Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena kondisi cuaca saat ini cukup panas dan wilayah Singkawang Utara memiliki lahan yang sangat rawan terjadi kebakaran," katanya.
Baca Juga: Polres Singkawang Sisir Hotspot di Singkawang Selatan, Perkuat Patroli untuk Cegah Karhutla
Sinergi antara Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dan warga diharapkan terus diperkuat selama musim kemarau untuk mencegah munculnya titik api baru.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Singkawang mengenai penyebab kebakaran maupun proses penyelidikan kasus tersebut.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara