PONTIANAK POST – Kota Singkawang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan nuansa budaya Tionghoa yang paling kental di Indonesia. Bahkan, kota di pesisir utara Kalimantan Barat ini lebih dikenal oleh sebagian masyarakat di Singapura, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, hingga Tiongkok dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia.
Di balik identitas tersebut, ternyata nama Singkawang sendiri diyakini memiliki kaitan erat dengan bahasa Tionghoa. Maknanya pun menggambarkan kondisi geografis kota yang hingga kini masih dapat dikenali.
Berasal dari Istilah Shan Kou Yang
Baca Juga: Ini Asal-Usul Nama Borneo dan Kalimantan yang Jarang Diketahui
Berdasarkan penjelasan dalam kanal YouTube @tigan_tv, salah satu versi menyebutkan nama Singkawang berasal dari istilah Shan Kou Yang.
Dalam bahasa Tionghoa, kata tersebut terdiri atas tiga bagian, yakni shan yang berarti gunung, kou yang berarti mulut atau pintu masuk, dan yang yang berarti lautan.
Jika digabungkan, istilah tersebut menggambarkan sebuah kawasan yang berada di kaki pegunungan sekaligus menghadap ke laut.
Deskripsi itu dinilai sangat sesuai dengan kondisi geografis Singkawang yang berada di antara deretan pegunungan dan pesisir Laut Natuna.
Ada Juga Versi dari Bahasa Melayu
Selain versi bahasa Tionghoa, terdapat pula penjelasan lain mengenai asal-usul nama Singkawang.
Baca Juga: Mengapa Orang Hakka Disebut Keluarga Tamu? Ini Asal Usul dan Kisah Perjalanannya hingga Mendunia
Versi bahasa Melayu menyebutkan nama kota ini berasal dari pohon tengkawang, yaitu tanaman khas hutan tropis Kalimantan yang sejak dahulu banyak tumbuh di wilayah tersebut.
Hingga kini, kedua versi tersebut masih sering disampaikan dalam berbagai cerita sejarah mengenai asal-usul Kota Singkawang.
Kental dengan Budaya Tionghoa
Baca Juga: Rumah Hakka Kubu Raya Terinspirasi Warisan Dunia UNESCO, Arsiteknya Berkali-kali Belajar ke Tiongkok
Terlepas dari asal-usul namanya, Singkawang memang memiliki hubungan yang sangat erat dengan budaya Tionghoa.
Sekitar 60 persen penduduknya merupakan keturunan Tionghoa, menjadikan kota ini sebagai salah satu pusat budaya Tionghoa terbesar di Indonesia.
Pengaruh budaya tersebut terlihat jelas dari banyaknya kelenteng dan vihara yang tersebar di berbagai sudut kota. Selain itu, berbagai tradisi seperti Imlek dan Cap Go Meh juga dirayakan secara meriah setiap tahun dan menjadi daya tarik wisata yang mendunia.
Baca Juga: Menyusuri Rumah Hakka Terbesar di Kalbar, Bangunan Unik yang Disebut Hanya Ada Dua di Asia Tenggara
Sejarah Kedatangan Warga Tionghoa Memiliki Beberapa Versi
Kuatnya budaya Tionghoa di Singkawang tentu tidak terlepas dari sejarah panjang migrasi masyarakat Tionghoa ke Kalimantan Barat.
Menurut berbagai versi yang berkembang, kedatangan mereka disebut telah berlangsung sejak berabad-abad lalu. Ada yang mengaitkannya dengan pelayaran Laksamana Cheng Ho, ada pula yang menyebut keberadaan pasukan Tiongkok pada abad ke-12.
Namun, versi yang paling banyak dikenal menyebutkan gelombang besar masyarakat Hakka atau Khek datang ketika aktivitas pertambangan emas berkembang di kawasan Monterado. Dari sinilah kemudian terbentuk komunitas Tionghoa yang terus berkembang hingga melahirkan Singkawang sebagai kota multikultural seperti sekarang.
Nama yang Menjadi Identitas Kota
Nama Singkawang bukan sekadar penanda wilayah administratif, tetapi juga mencerminkan sejarah panjang pertemuan budaya di pesisir utara Kalimantan Barat.
Baca Juga: Ingin Liburan Hemat ? Deratan Wisata Alam di Singkawang Ini Bisa Jadi Pilihan
Baik berasal dari istilah Shan Kou Yang maupun dari pohon tengkawang, kedua versi tersebut menunjukkan bahwa Singkawang memiliki kekayaan sejarah yang masih hidup di tengah masyarakat hingga sekarang.
Editor : Silvina