Manggala Agni Pantau Pergerakan Asap Karhutla, Deteksi Dini Potensi Lintas Batas ke Malaysia

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:37 WIB
Monitoring pergerakan kabut asap lintas batas negara. (ANTARA/Narwati)
Monitoring pergerakan kabut asap lintas batas negara. (ANTARA/Narwati)

 

PONTIANAK POST – Manggala Agni Kalimantan XI/Singkawang, Kalimantan Barat, meningkatkan pemantauan asap karhutla lintas batas yang berpotensi menuju wilayah Malaysia.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui arah pergerakan, ketebalan, dan jangkauan asap, termasuk potensi sebarannya menuju kawasan perbatasan.

Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan XI/Singkawang Yuyu Wahyudin mengatakan pemantauan dilakukan secara sistematis sebagai bagian dari deteksi dini.

“Pemantauan yang dilakukan merupakan kegiatan sistematis mengamati, mendeteksi, mengukur kadar, serta melaporkan sebaran dan ketebalan asap hasil karhutla yang bergerak melintasi garis batas wilayah negara, baik masuk ke wilayah kita maupun negara tetangga seperti Malaysia,” kata Yuyu di Singkawang, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga: Karhutla Kalbar Meningkat, OMC Diperkuat Cegah Asap Lintas Batas ke Sarawak

Pemantauan Asap untuk Deteksi Dini

Menurut Yuyu, pemantauan diperlukan untuk mengetahui potensi pergerakan asap sebelum berdampak lebih luas terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Data hasil pemantauan juga menjadi bahan peringatan dini bagi masyarakat dan instansi terkait ketika terjadi peningkatan sebaran asap.

Pemantauan tersebut sekaligus mendukung keterbukaan informasi dan pertukaran data dengan negara tetangga, khususnya Malaysia.

“Pertukaran data menjadi penting untuk mendukung penyusunan kebijakan penanggulangan bersama, sekaligus mengurangi dampak kesehatan dan ekonomi akibat asap,” ujarnya.

Gunakan Pos Pantau hingga Citra Satelit

Yuyu menjelaskan pemantauan dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan.

Manggala Agni memanfaatkan pos pengamatan, menara pantau, serta patroli rutin, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak sebaran asap menuju perbatasan.

Pemantauan juga didukung teknologi berupa citra satelit dan kamera pemantau jarak jauh.

Selain itu, petugas menggunakan peralatan pengukur kualitas udara untuk memantau parameter PM2,5, PM10, dan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Arah Angin dan Titik Panas Turut Dipantau

Manggala Agni juga melakukan pertukaran informasi melalui rapat rutin, laporan berkala, serta komunikasi cepat dengan instansi terkait dan pihak berwenang di negara tetangga.

Yuyu mengatakan sejumlah indikator menjadi perhatian dalam pemantauan tersebut.

“Beberapa hal utama yang diamati antara lain arah dan kecepatan angin, tingkat ketebalan dan jangkauan asap, ISPU, titik panas yang berpotensi memperluas sebaran asap ke arah perbatasan, serta laporan keluhan kesehatan masyarakat di jalur yang terdampak,” katanya.

Data tersebut diperlukan untuk melihat kemungkinan perubahan arah dan jangkauan asap akibat karhutla.

Baca Juga: Asap Karhutla Kalbar Mengarah ke Sarawak, Indonesia Perkuat Koordinasi ASEAN

Pertukaran Data dengan Malaysia

Pemantauan asap lintas batas juga berkaitan dengan kebutuhan koordinasi antara Indonesia dan Malaysia.

Informasi mengenai arah pergerakan dan sebaran asap dapat digunakan sebagai dasar pertukaran informasi serta penyusunan langkah penanganan bersama.

Yuyu berharap sistem pemantauan tersebut memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak karhutla.

Dengan pemantauan lapangan, dukungan teknologi, dan pertukaran informasi, setiap potensi pergerakan asap lintas batas diharapkan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Manggala Agni Singkawang karhutla Singkawang asap lintas batas asap karhutla lintas batas asap karhutla Malaysia