PONTIANAK POST - Penyerahan sertifikat pendidik kepada peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 4 Kota Singkawang Tahun 2026 LPTK IAIN Pontianak menjadi momentum penting bagi para guru. Sertifikat tersebut tidak sekadar menandai keberhasilan menyelesaikan pendidikan profesi, tetapi juga menjadi awal tanggung jawab yang lebih besar dalam mencetak generasi berkualitas.
Kegiatan yang berlangsung di Operation Room Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Kamis (20/8) siang, dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Muhlis didampingi Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Rohmawati.
Dalam kesempatan tersebut, Muhlis menyampaikan sambutan sekaligus pesan motivasi kepada para peserta PPG. Ia mengucapkan selamat kepada para guru yang telah menyelesaikan rangkaian pendidikan profesi.
Baca Juga: 60.896 Guru Dipanggil Ikuti PPG Tahap 2 Tahun 2026, Buka Peluang Dapat Tunjangan Profesi
Menurut Muhlis, sertifikat pendidik bukan sekadar dokumen administratif atau legalitas formal, melainkan simbol pengakuan sekaligus amanah untuk semakin meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
“Yang paling penting adalah rasa tanggung jawab sebagai seorang guru,” pesan Muhlis.
Ia menekankan bahwa profesionalitas seorang guru harus tercermin melalui kedisiplinan, keteladanan, dedikasi, serta kesungguhan dalam mendampingi peserta didik.
Muhlis mengingatkan agar predikat guru profesional tidak berhenti pada sertifikat yang diterima. Guru harus mampu membuktikan kualitasnya melalui kinerja nyata di ruang kelas.
Baca Juga: Kemenag Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Guru serta Penyuluh Non-ASN
Bahkan, Muhlis mendorong para guru untuk memberikan kontribusi lebih dari sekadar memenuhi kewajiban.
“Kalau diberi tugas tujuh, kita bisa menyelesaikan sembilan,” demikian motivasi yang disampaikannya untuk menggambarkan semangat bekerja melampaui batas minimal tanggung jawab.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik pribadi maupun institusi tempat para peserta menempuh pendidikan profesi.
Sertifikat yang diperoleh hendaknya menjadi pemacu untuk terus belajar, melakukan evaluasi, meningkatkan kompetensi, dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat pendidik secara simbolis kepada perwakilan peserta PPG Batch 4 Kota Singkawang.
Momentum tersebut menjadi penanda perjalanan baru bagi para peserta, dari sekadar menyandang status sebagai guru menuju guru yang benar-benar profesional, berintegritas, dan memberikan manfaat.
Pada akhirnya, sertifikat tersebut bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pengabdian yang lebih besar. Semakin tinggi pengakuan profesional yang diterima seorang guru, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk mendidik, menginspirasi, dan menyalakan masa depan anak-anak bangsa.(har)
Editor : Hanif