PONTIANAK POST - Tantangan dunia pendidikan di tengah perubahan zaman menuntut guru tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi pembimbing, teladan, dan penggerak iman bagi generasi muda. Semangat tersebut mewarnai Seminar Sehari Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) Kota Singkawang di Aula Graha Thimotius GKKB Singkawang, baru-baru ini.
Kegiatan yang diikuti 86 peserta tersebut merupakan hasil kerja sama MGMP-KKG PAK dengan GKJ Season City Jakarta. Seminar dibuka Asisten Wali Kota Singkawang Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yulianus.
Turut hadir Ketua Sinode GKJ Season City Dhana Jusuf serta I Putu Yayan Charles, Pengawas PAK yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang.
Baca Juga: Polemik Dua Guru SMKN 1 Mempawah Hilir Ditangani Disdikbud Kalbar, Isu Demo Dibantah
Dalam sambutannya, Charles menyampaikan apresiasi Kementerian Agama atas kerja sama berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas guru PAK. Menurutnya, seminar menjadi ruang bagi para pendidik untuk terus belajar, memperbarui wawasan, dan memperkuat kapasitas dalam menghadapi dinamika masyarakat yang memasuki era Society 5.0.
“Guru tidak cukup hanya mengajar. Guru harus terus bertumbuh agar mampu mendampingi generasi yang hidup di tengah perubahan teknologi dan tantangan sosial yang semakin kompleks,” ujarnya.
Sejumlah pemateri, yakni Oktavianus, Paulus Sulastri, dan Pdt. Pierre Tilaar, membagikan pengetahuan, tuntunan, serta pembinaan sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Materi yang disampaikan mencakup “Profesionalisme Pendidik Kristen di Era Society 5.0”, “Mendidik dengan Hikmat untuk Membidik Generasi Muda bagi Kristus”, serta “Komitmen Iman Pendidik Kristen dalam Pengajaran Injil sebagai Kekuatan Allah”.
Baca Juga: Ketua Komite SMKN 1 Mempawah Hilir Bantah Galang Demo Siswa Terkait Video Viral Dua Guru
Ketiga materi tersebut tidak hanya membahas metode mengajar, tetapi juga mengajak para guru merefleksikan kembali panggilan mereka sebagai pendidik. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan karakter generasi, guru PAK diingatkan untuk menghadirkan pendidikan yang berakar pada iman, hikmat, keteladanan, dan kasih.
Seminar tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan peran pendidikan agama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, nilai, dan keteguhan iman. (har)
Editor : Miftakhair