Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melihat Fenomena Aging Society di Kalimantan Barat

I
Penulis: Idil Aqsa Akbary❯

 


Advertisement

 

Viza Juliansyah
Viza Juliansyah

PONTIANAK POST – Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di dunia.

Advertisement

Sosiolog Universitas Tanjungpura (Untan), Viza Juliansyah, mengatakan kondisi tersebut dalam kajian demografi dikenal sebagai aging society, yakni meningkatnya proporsi penduduk usia tua dibandingkan usia muda.

“Secara demografis memang jumlah lansia meningkat pesat. Ini terjadi hampir di semua negara,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Ia menjelaskan, ada dua faktor utama yang mendorong peningkatan jumlah lansia. Pertama, meningkatnya angka harapan hidup akibat kemajuan teknologi kesehatan. Kedua, menurunnya angka kelahiran.

Advertisement

“Perbandingan antara jumlah orang tua, dan usia muda menjadi berubah signifikan, lebih banyak yang tua,” jelasnya.

Di sisi lain, Viza menyoroti fenomena lansia yang hidup sendiri yang kini semakin sering terjadi. Menurutnya, urbanisasi menjadi salah satu faktor paling dominan.

“Perpindahan penduduk semakin besar karena perkembangan teknologi transportasi, dan informasi. Anak-anak muda banyak bekerja di kota besar, sehingga orang tua sering kali tinggal sendiri,” katanya.

Selain itu, perubahan struktur keluarga juga turut memengaruhi kondisi tersebut. Ia menyebut, pola keluarga besar atau extended family kini bergeser menjadi keluarga inti atau nuclear family.

“Dulu keluarga luas sangat erat. Sekarang cenderung hanya keluarga inti yang dianggap dekat. Ini berdampak pada pola tinggal lansia,” ungkap Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip), Untan itu.

Viza juga menyinggung adanya kecenderungan individualisme di masyarakat modern. Tidak sedikit anak yang memilih tinggal terpisah dari orang tua, meski berada di wilayah yang sama. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi lansia yang tinggal sendiri tidak selalu berarti kurangnya perhatian dari keluarga.

“Merawat orang tua tidak selalu harus tinggal bersama. Anak-anak bisa tetap berperan meskipun tinggal terpisah,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa lansia yang hidup sendiri berisiko mengalami masalah sosial, dan psikologis, seperti kesepian hingga gangguan kesehatan mental.

“Lansia itu sering kali lebih membutuhkan kehadiran sosial daripada sekadar materi,” ujarnya.

Viza menilai keberadaan panti jompo dapat menjadi salah satu alternatif, selama mampu memenuhi kebutuhan fisik, dan psikologis lansia. “Di panti jompo, lansia bisa berinteraksi dengan teman seusia. Tapi ini juga menunjukkan adanya perubahan nilai dalam masyarakat,” jelasnya.

Dia menyatakan peningkatan jumlah lansia menjadi tantangan serius bagi negara, terutama dalam hal pembiayaan, dan layanan sosial.

“Biaya perawatan lansia lebih besar, sementara mereka sudah tidak produktif. Negara perlu menyiapkan skema pensiun, jaminan sosial, dan layanan kesehatan,” tegasnya.

 

Ia pun mengingatkan pentingnya persiapan sejak dini untuk menghadapi masa tua. “Ada dua hal utama yang perlu disiapkan, yaitu ekonomi, dan kesehatan. Karena semua orang pasti akan menua,” pungkasnya. (bar)

Advertisement
Editor : Aristono Edi Kiswantoro

Artikel Terkait

Di Bawah Bayang Disrupsi Digital

Di Bawah Bayang Disrupsi Digital

Fenomena “homeless media” menuntut batas tegas antara pers independen, media institusi, dan influencer digital.

ISPA Karhutla Tembus 401 Ribu Kasus, Kalbar Sumbang 49 Ribu

ISPA Karhutla Tembus 401 Ribu Kasus, Kalbar Sumbang 49 Ribu

ISPA akibat Karhutla secara nasional sudah tembus 401 ribu kasus. Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah dengan lonjakan yang tinggi.

Konflik Buaya dan Manusia Meningkat di Kalbar, Alih Fungsi Habitat Jadi Salah Satu Pemicu Utama

Konflik Buaya dan Manusia Meningkat di Kalbar, Alih Fungsi Habitat Jadi Salah Satu Pemicu Utama

Sebanyak 33 konflik buaya dan manusia tercatat di Kalbar hingga Agustus 2026. Alih fungsi habitat dan sampah sungai menjadi pemicu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer