PONTIANAK POST – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, masih menyisakan pekerjaan bagi tim gabungan. Setelah berlangsung selama 15 hari, penanganan memasuki hari ke-16 dengan fokus pada pemadaman, pendinginan, dan penyisiran.
Kasi Humas Polres Singkawang IPTU Hidayatno mengatakan, petugas masih menemukan bara dan kepulan asap di sejumlah bagian lahan yang terbakar.
"Penanganan karhutla ini sudah berlangsung selama 15 hari secara intensif dan kini memasuki hari ke-16. Tim gabungan terus melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman," kata Hidayatno di Singkawang, Minggu (6/9).
Baca Juga: Karhutla di Singkawang Utara Hanguskan 32,5 Hektare Lahan Gambut, Sudah Berlangsung 14 Hari
Lahan Terbakar Sekitar 36 Hektare
Hidayatno menjelaskan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 36 hektare. Area tersebut didominasi tanah gambut dengan vegetasi berupa kebun sawit, karet, nanas, rambutan, semak belukar, serta rerumputan yang mengering.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petugas karena lahan gambut dan vegetasi kering membuat api mudah menyebar. Bara juga dapat bertahan di dalam lapisan gambut sehingga pendinginan perlu dilakukan berulang.
"Api untuk sementara berhasil dikendalikan, namun petugas masih menemukan beberapa titik api kecil dan kepulan asap di sejumlah bagian lahan," ujarnya.
Penyisiran Terus Dilakukan
Lebih dari 130 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Mereka berasal dari Polres Singkawang, Polsek Singkawang Utara, Brimob Polda Kalimantan Barat, TNI, BPBD Kota Singkawang, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur Kecamatan Singkawang Utara.
Petugas menggunakan sejumlah mesin pompa air dan mobil tangki pemadam. Namun, penanganan menghadapi kendala keterbatasan sumber air karena lokasinya berjarak sekitar 250 hingga 500 meter dari titik kebakaran.
Hidayatno mengatakan petugas terus menyisir kawasan terdampak. Bagian lahan yang masih mengeluarkan asap disiram untuk mencegah bara kembali menyala dan meluas ke area lain.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara