Karhutla Sungai Rasau Belum Sepenuhnya Aman, Tim Gabungan Masih Temukan Titik Panas

Hari Kurniathama • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:31 WIB
Sejumlah petugas terus melakukan penanganan karhutla di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Senin (7/9).
Sejumlah petugas terus melakukan penanganan karhutla di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Senin (7/9).

PONTIANAK POST - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, memasuki hari ke-17, Senin (7/9). Tim gabungan masih melakukan pemadaman, pendinginan, penyisiran, dan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali meluas.

Tim gabungan tersebut terdiri atas personel Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur pemerintah kecamatan. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 36 hektare dan sebagian merupakan kawasan gambut.

Kasi Humas Polres Singkawang Iptu Hidayatno mengatakan, lahan terdampak ditumbuhi berbagai tanaman, seperti sawit, karet, nanas, dan rambutan. Selain itu, terdapat semak belukar serta rerumputan kering yang mudah terbakar.

Baca Juga: Prabowo Buru Korporasi Karhutla: Ancam Cabut Izin hingga HGU, Telusuri Pemilik Perusahaan

"Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 36 hektare dan merupakan kawasan gambut yang ditumbuhi kebun sawit, karet, nanas dan rambutan, serta semak belukar dan rerumputan kering," kata Hidayatno, Senin (7/9).

Menurutnya, kondisi cuaca panas dan musim kemarau menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Sementara itu, penyebab pasti karhutla masih dalam proses penyelidikan.

Puluhan personel gabungan dikerahkan untuk mengantisipasi munculnya kembali api. Petugas juga melakukan penyisiran terhadap sejumlah titik yang masih berpotensi terbakar.

Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala di lapangan. Jarak sumber air dari lokasi kebakaran berkisar 250 hingga 500 meter. Untuk mendukung pemadaman dan pendinginan, petugas mengerahkan sejumlah mesin pompa air serta mobil tangki.

Baca Juga: Sudah Padam, Karhutla Singkawang Kembali Menyala, Brimob Temukan Titik Api di Lahan Tujuh Hektare

Pada Minggu (6/9), Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan turut meninjau langsung lokasi karhutla. Selain melihat sumur bor yang dibangun untuk memperkuat ketersediaan sumber air, kapolres ikut membantu proses pemadaman dan pendinginan.

"Selain meninjau sumur bor yang telah dibangun sebagai salah satu upaya memperkuat ketersediaan sumber air, Kapolres juga ikut membantu proses pendinginan dan pemadaman di sekitar lokasi karhutla," ujarnya.

Penanganan karhutla juga mendapat perhatian dari Pemkot Singkawang. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie meninjau lokasi pada Minggu sore.

Dalam kunjungan tersebut, wali kota melihat kondisi sumber air dan memberikan dukungan berupa perlengkapan kesehatan, masker, serta air mineral bagi personel dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Hidayatno mengatakan, meski api telah berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan sejumlah titik kecil dan kepulan asap di beberapa bagian lahan. Karena itu, proses pendinginan dan pemantauan masih terus dilakukan.

"Tim gabungan akan terus melakukan pendinginan, penyisiran dan pemantauan hingga seluruh titik panas dipastikan aman," pungkasnya. (har)

Editor : Hanif
karhutla Singkawang Karhutla Sungai Rasau kebakaran lahan Singkawang Utara BPBD Singkawang