Gunung Sari Hilang dari Pandangan, Singkawang Tercekik Kabut Asap

Salman Busrah • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 07:11 WIB
Gunung Sari Singkawang hilang dari pandangan saat melihat dari Hotel Swiss-belhotel
Gunung Sari Singkawang hilang dari pandangan saat melihat dari Hotel Swiss-belhotel

Gunung Sari tidak benar-benar hilang. Namun pagi ini, gunung yang biasanya tampak anggun dari berbagai sudut Kota Singkawang itu seperti lenyap ditelan asap.

Pemandangan dari kawasan Swiss-Belhotel Singkawang, Minggu (13/9) pagi, memperlihatkan wajah kota yang berbeda. Permukiman, pepohonan hingga bangunan di kejauhan tampak samar di balik selimut asap berwarna putih keabu-abuan.

Gunung Sari yang biasanya menjadi latar indah Kota Singkawang bahkan nyaris tak terlihat. Garis pegunungan yang dalam kondisi normal begitu jelas, pagi ini seperti terhapus dari pandangan.

Asap tidak hanya membuat pemandangan menghilang. Udara pun ikut berubah.

Warga yang beraktivitas di luar rumah terlihat menggunakan masker. Kabut asap yang menggantung rendah membuat suasana pagi terasa pengap dan jarak pandang berkurang.

Padahal, kondisi kebakaran lahan di Singkawang disebut tidak separah wilayah Kubu Raya. Namun asap dari kebakaran lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat tetap dapat terbawa angin dan memengaruhi daerah lain.

Dari ketinggian, dampaknya terlihat jelas. Kota Singkawang masih berdiri seperti biasa. Rumah-rumah tetap berjejer, pohon kelapa masih bergoyang, aktivitas warga tetap berjalan.

Tetapi di balik semua itu, asap menggantung seperti tirai raksasa yang menutup wajah kota.

Gunung Sari pun menjadi korban paling kasatmata.

Gunung yang biasanya menjadi penanda dan panorama indah Singkawang, pagi ini hanya menyisakan bayangan samar—seolah-olah Singkawang kehilangan salah satu wajah terbaiknya untuk sementara waktu.**

Editor : Salman Busrah
Gunung Sari Singkawang kabu asap Kota Singkawang Karhutla 2026