Kabut Asap Hentikan Penerbangan Bandara Singkawang Hampir Sebulan

Uray Ronald • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 22:49 WIB
Ilustrasi - Pesawat parkir di Bandara Singkawang. (Antara)
Ilustrasi - Pesawat parkir di Bandara Singkawang. (Antara)

 

PONTIANAK POST - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, terhenti hampir sebulan. Penerbangan terakhir tercatat pada 17 Agustus 2026 dan hingga Senin (14/9) belum kembali beroperasi karena jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Kepala Satuan Pelayanan Bandara Singkawang, Ilham Hafizi, mengatakan kondisi kabut asap masih menjadi kendala penerbangan.

"Penerbangan terakhir itu pada tanggal 17 Agustus. Setelah itu belum ada penerbangan sampai hari ini karena kabut asap," katanya, Senin (14/9).

Menurut dia, kabut asap yang menyelimuti wilayah Singkawang dan sekitarnya membuat jarak pandang di kawasan bandara terbatas. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama dalam memastikan keselamatan penerbangan.

Baca Juga: Karhutla Singkawang Bakar Belasan Hektare, 12 Titik Api Muncul Dekat Akses Bandara

Penerbangan Senin Dibatalkan

Hujan deras yang mengguyur Kota Singkawang pada Senin (14/9) dini hari belum mampu memperbaiki kondisi udara secara signifikan. Kabut asap masih cukup pekat sehingga jarak pandang belum memungkinkan untuk penerbangan.

Ilham mengatakan jadwal penerbangan pada Senin telah dibatalkan sejak pagi.

Sementara untuk jadwal penerbangan Selasa (15/9), pihak bandara masih menunggu pembaruan dari maskapai dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang.

"Untuk penerbangan hari ini sudah di-cancel dari sebelum ada hujan, untuk penerbangan besok (Selasa, 15/9) kita masih menunggu update maskapai," katanya.

Baca Juga: Lasarus Dorong Tambah Apron Bandara Singkawang, Bakal Sampaikan Usul ke Kementerian

Bandara Pantau Cuaca dan Jarak Pandang

Otoritas Bandara Singkawang terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta maskapai untuk memantau perkembangan kondisi cuaca, kualitas udara, dan jarak pandang.

Ilham mengatakan penerbangan dapat kembali dilayani apabila kondisi sudah membaik dan jarak pandang telah memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

Kondisi tersebut membuat kepastian operasional penerbangan masih bergantung pada perkembangan cuaca dan jarak pandang di sekitar bandara.

Warga Diminta Jaga Kesehatan

Selain berdampak terhadap operasional penerbangan, kabut asap juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan masyarakat. 

Ilham mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Singkawang.

"Kami berharap kondisi segera membaik. Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih terjadi," katanya.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
penerbangan Bandara Singkawang karhutla Singkawang kabut asap Bandara Singkawang jarak pandang Bandara Singkawang