Karhutla Singkawang Bakar Belasan Hektare, 12 Titik Api Muncul Dekat Akses Bandara

PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kota Singkawang. Kali ini, titik api berada di sekitar Jembatan 12, akses masuk Bandara Singkawang, Kelurahan Pangmilang, Singkawang Selatan, Selasa (25/8/2026).
Medan gambut yang sulit tak menyurutkan langkah tim gabungan untuk menjangkau titik api. Personel BPBD Kota Singkawang, TNI AD, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) 007 Pamilang, BPKS, Damkar, Kecamatan Singkawang Selatan, hingga Kelurahan Pangmilang dikerahkan untuk mengendalikan kobaran.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Dandim 1202/SKW Letkol Arh Muhammad Ivan Juniar dan Sekda Singkawang Dwi Yanti bahkan turun langsung ke lokasi dan ikut berjibaku bersama petugas.
Baca Juga: Hadapi Ancaman Karhutla, Singkawang Siapkan 19 Mesin Pompa dan 114 Personel
Beratnya medan membuat personel harus menggunakan sepeda motor untuk mendekati lokasi. Sebagian lainnya berjalan kaki sekitar 2 kilometer menuju titik api.
Hingga Selasa, luas lahan terbakar di wilayah Singkawang Selatan diperkirakan mencapai belasan hektare dengan sedikitnya 12 titik api.
Tjhai Chui Mie mengatakan keberadaan parit-parit darurat yang dibuat Pemkot Singkawang menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman.
“Kondisi air yang melimpah melalui sejumlah parit darurat yang dibuat Pemkot Singkawang sangat mempermudah proses pemadaman api,” kata Tjhai Chui Mie.
Baca Juga: Layanan Jantung Singkawang Masuki Babak Baru, Jalin Kerja Sama dengan RS Harapan Kita Jakarta
Untuk memperkuat penanganan, bantuan pemadam kebakaran swasta juga dikerahkan. Sejumlah mesin pompa tambahan telah bergerak menuju lokasi.
Wali Kota juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat, khususnya MPA 007 Kelurahan Pangmilang, yang aktif membantu pemadaman sekaligus melakukan pengawasan di kawasan lahan gambut.
“Saya sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat peduli api yang begitu besar dalam membantu memadamkan api, termasuk melakukan pengawasan ketat terhadap lahan gambut di sekitarnya sehingga kobaran api tidak meluas,” ujarnya.



