“Pemkab Sintang sudah memberikan bantuan dana untuk pembangunan gereja di Dusun Belungai ini dan saya dengar akan dibangun dengan ukuran 7 x 12 meter. Silahkan dibangun fisik gerejanya dan saya mau mengingatkan agar partisipasi umat dan kekompakan umat sangat penting. Kami berharap aktivitas keagamaan umat Katolik di sini semakin aktif. Dan jangan menunggu kunjungan pastor. Ketua umat harus aktif. Dan umat juga mau terlibat aktif,” beber Sekda Sintang ini.
Menurut Yosepha, banyak daerah di Kabupaten Sintang yang kini bermasalah dengan stunting, itu sebab, pihaknya menghimbau untuk masyarakat bisa mengatasi masalah ini bersama-sama.
“Saya juga mengajak umat untuk bersama sama mengatasi stunting. Jaga asupan gizi ibu hamil dan bayi sejak 1000 hari sejak kandungan. Sehingga bayi bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas dan tumbuh sesuai usianya. Saya juga mengajak ibu ibu untuk menjaga anak anak supaya tidak selalu menggunakan handphone untuk menjaga kesehatan mata dan psikologis anak anak kita,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Awet salah satu Pengurus Regio 3 Paroki Santo Petrus menyampaikan bahwa kapel Stasi Belungai yang dibangun tahun 1982 waktu transmigrasi masuk ke Dusun Belungai Desa Semuntai Kecamatan Sepauk.
“Sejak dibangun belum ada dilakukan rehab bangunan utama. Hanya ada rehab bagian dalamnya saja. Regio 3 terdiri dari 11 Stasi. Umat Katolik di Dusun Belungai memang sedikit. Namun kami mendukung agar aktivitas umat disini juga aktif dan gereja katolik Stasi Belungai difungsikan,” terang Awet.
Ia juga menjelaskan juga mendukung agar gereja ini difungsikan untuk kegiatan region. Awet memaparkan, kunjungan ini sebagai penyemangat bagi kami dan dalam pembangunan gereja dan pengembangan umat disini, khususnya keberadaan umat Katolik di Belungai ditengah umat agama lain di desa ini.
“Di Desa Semuntai ini ada 4 stasi. Semoga kita bisa semakin kuat dan berkembang,” pungkasnya. (fds)
Editor : Salman Busrah