Menilik hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang lakukan peningkatan kapasitas dalam rangka membangun kreasi dan inovasi pada produk turunan rotan dan bembang agar lebih bisa dinikmati.
Seketaris Daerah (Sekda) Sintang, Yosepha Hasnah berujar, potensi bahan rotan dan bembang di Kabupaten Sintang cukup memadai. Oleh sebab itu, pihaknya sangat siap untuk mengadakan pelatihan khusus anyaman.
“Karena rotan dan bemban ini sangat menarik jika dibuat anyaman seperti tanggui, tas, bakul, tikar, dan produk anyaman lain yang memang diminati turis asing dan kita juga bangga bisa memakai tanggui. Karena saat ini ada kecenderungan masyarakat untuk kembali ke sesuatu yang alami atau menggunakan produk dari alam,” ungkapnya saat buka kegiatan Bimbingan Teknis Bagi UMKM Fashion Tenun yang terdampak Covid-19 di Aula SMK Kartini Sintang, Selasa (4/8).
Dirinya juga menambahkan, potensi tenun ikat yang sangat baik bahkan sudah diakui oleh Unesco sebagai salah satu warisan budaya tak benda. Pihaknya mendukung adanya kreasi baru produk tenun yang bisa menarik minat konsumen untuk membeli produk turunan dari tenun ikat.
“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diturunkan oleh narasumber nanti bisa meningkatkan kreativitas dan kualitas produk industri kecil di Sintang. Saya berpesan kepada peserta untuk serius mengikuti bimtek, selalu bertanya dan menggali pengalaman dari narasumber. Saya berharap pada pelaku IKM di Sintang mampu membuat produk fashion yang lebih baik sehingga diminati konsumen khususnya kaum muda,” terang Yosepha lagi.
Bimtek yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar ini juga turut dari perhatian para peserta. Kepala Disperindag Provinsi Kalbar, Samuel menjabarkan, bahwa pihaknya ingin meningkatkan produktivitas industri kecil ditengah pandemik Covid-19.
“Sintang sudah masuk sebagai zona hijau covid-19 sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan tatap muka ini. Kami ingin ekonomi kembali bergairah, sehingga kegiatan ini kita laksanakan untuk menggairahkan aktivitas IKM di Kabupaten Sintang,” ucapnya.
Dirinya juga berpesan, untuk para IKM di Kabupaten Sintang yang bergerak di bidang fashion di Sintang untuk meningkatkan kreativitasnya. Menurutnya, masyarakat ingin variasi dari produk agar semakin banyak pembeli pun memiliki banyak pilihan.
“Untuk itulah kami ingin IKM di Sintang bisa membuat produk kreasi baru sehingga muncul produk dengan kreasi baru dan tidak monoton. Kami ingin IKM di Sintang mampu menghasilkan produk fashion yang berkualitas dan berdaya saing. Sehingga ke depannya produk fashion dari IKM di Sintang semakin diterima konsumen,” tambahnya.(fds) Editor : Administrator