Kecelakaan Pesawat SJ-182
SINTANG- Jasad Mulyadi P Tamsir, salah satu penumpang pesawat nahas Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak, telah sampai di Sintang dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Penyerahan dilakukan oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno kepada pihak keluarga di Bandara Tebelian, Sintang, Kamis (21/1).
Pesawat pembawa peti jenazah Mulyadi P Tamsir tiba di Bandara Sungai Tebelian pukul 12.00 siang. Tampak pihak keluarga, sahabat, kolega, unsur pemerintah, serta TNI, Polri dan Basarnas hadir dalam penyerahan jenazah itu.
Perwakilan pihak keluarga, Ngadiro mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pencarian hingga penyambutan di Sintang. Ia mengatakan pihak keluarga tidak mengetahui aktivitas Mulyadi di Jakarta. Namun dia senang melihat Mulyadi punya banyak teman dan banyak orang yang peduli.
"Jika anak kami selama hubungan dan interaksi kepada semua pihak, baik di Sintang dan dimanapun pernah berbuat salah, mohon dimaafkan sebesar-besarnya," katanya.
Mulyadi dikenal sebagai sosok yang tangguh dan pekerja keras. Itulah yang membuat Ngadiro berharap apa yang dilakukan Mulyadi semasa hidup bisa menjadi teladan dan memberikan semangat untuk generasi muda.
Sementara itu, Bupati Sintang, Jarot Winarno turut mengucapkan bela sungkawa kepada tiga warga Sintang yang menjadi korban dalam pesawat nahas tersebut "Inalillahi wa inalilahi Raji'un, telah gugur dalam musibah pesawat Sriwijaya tanggal 9 Januari di perairan Kepulauan Seribu, 3 anak muda Sintang. Alhamdulilah semua berhasil diidentifikasi. Satu sudah dikebumikan di Jakarta. Satu juga akan dikebumikan di Jakarta. Sekarang kita menerima jenazah Mulyadi P Tamsir dan akan segara dikebumikan di Sintang," ujarnya.
Menurut Jarot, Mulyadi P Tamsir merupakan sosok yang dapat menjadi panutan. Anak muda yang menyelesaikan sekolah dasarnya di Serangas, Ketungau Hilir ini kata Jarot memiliki semangat yang luar biasa. "Ini membuktikan anak muda di Sintang atau dimana pun, kalau berusaha dan punya kemauan," katanya.
Jarot mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pencarian hingga pemulangan jenazah. "Mulai dari TNI-Polri, Basarnas, maskapai penerbangan, departemen perhubungan dan seluruh pihak yang membantu. Hanya Allah yang dapat membalas seluruh budi baik bapak dan ibu sekalian," ujarnya.
"Dengan melafazkan bismillahirrahmanirrahim, saya serahkan jenazah adinda Mulyadi P Tamsir kepada pihak keluarga untuk dapat dilaksanakan perawatan jenazah selanjutnya sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing," kata Jarot. Penyerahan jenazah itu pun diakhiri dengan penyerahan akta kematian oleh Jarot Winarno kepada ayah dari Mulyadi, yaitu Ponijan. (ris) Editor : Administrator