Kunjungan jajaran Pemkab Sintang itu dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto. Selain meninjau lokasi pembangunan PLBN Sungai Kelik yang akan dilakukan land clearing, jajaran Pemkab Sintang juga meninjau pembangunan Jembatan Ketungau III Sungai Kelik dan Puskesmas Jasa.
Usai meninjau Jembatan Ketungau III, Sudiyanto mengatakan progres pembangunan penghubung akses menyeberangi Sungai Kelik menuju lokasi PLBN berlangsung baik. Ia pun menargetkan pembangunan jembatan itu akan selesai tahun ini. "Melihat proses pengerjaan yang sedang berlangsung sekarang sudah berjalan dengan baik lah sesuai rencana. Untuk jembatan tahun ini selesai. Jalan 5 km aspal dan yang lainnya secara fungsional dan semua menggunakan APBN," kata Sudiyanto.
Terkait dengan Puskesmas Jasa yang sudah rampung pembangunannya sejak 2020 dan sampai kini belum difungsikan, Sudiyanto mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang harus segera mengatasi kendala-kendala pengoperasian. "Kita lihat secara fisik sudah bisa di pakai. Kita berharap segera difungsikan. Cuma apa kendala pastinya Dinkes yang tau. Nanti akan kita komunikasikan," ujarnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sintang, Yustinus J mengatakan bahwa Pemkab Sintang terus mendorong dan mendukung seluruh proyek pembangunan di kawasan perbatasan. Baik itu infrastruktur jalan, jembatan hingga bangunan fisik PLBN Sungai Kelik.
Ia pun menilai semua berjalan baik. Yustinus berharap semua berjalan sesuai rencana dan dapat rampung pada 2024. "Semoga berjalan baik dan 2024 sudah rampung semua. Sehingga segera dioperasionalkan," harapnya.
Pemerintah daerah, tambah Yustinus, terus mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan pemerintah di perbatasan. Terutama yang bersumber dari APBN untuk terus dikejar pekerjaannya. Karena ia menilai bahwa dampak dari pembangunan ini akan baik bagi perekonomian masyarakat.
"Baik itu pembangunan jalan maupun jembatan Ketungau III Sungai Kelik inikan luar biasa. Terutama ketika nanti PLBN akan dibuka. Itu akan mempermudah akses keluar masuk masyarakat kita ke luar negeri. Begitu juga sebaliknya," kata Yustinus.
Ia juga menanggapi Puskesmas Jasa yang sudah selesai pembangunannya tahun lalu dan belum difungsikan sampai sekarang. Menurutnya, sangat disayangkan sekali bangunan yang begitu megah dan dibangun dengan anggaran miliaran rupiah belum juga difungsikan.
"Kita berharap agar segera dioperasionalkan. Karena bangunan yang begitu megah dibangun dengan uang miliaran rupiah sudah hampir 2 tahun tidak difungsikan. Ini malah akan cepat rusak bangunannya," katanya.
Padahal menurut Yustinus, Puskesmas Jasa sangat berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat setempat. Gedung Puskesmas juga akan terpelihara jika sudah difungsikan. "Kalau kita biarkan lama-lama akan rusak dengan sendirinya. Akan sangat disayangkan sekali nantinya," pungkasnya. (ris) Editor : admin2