Suci, panggilan akrab warga Desa Sengkuang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang ini menceritakan pengalamannya berobat dengan JKN-KIS. Ia mengatakan terakhir menggunakan kartu itu untuk berobat saat melahirkan anak keduanya secara caesar di rumah sakit lebih dari setahun lalu.
"Saya terakhir mengunakan JKN-KIS waktu melahirkan anak saya yang kedua ini secara sesar. Udah setahun 8 bulan yang lalu," katanya.
Sebelum itu Suci juga rutin memeriksakan kehamilannya secara gratis di Puskesmas Sungai Durian hanya dengan membawa kartu JKN-KIS. Bahkan untuk anak pertamanya yang kini berusia 4 tahun yang juga dilahirkan secara caesar, Suci juga menggunakan BPJS Kesehatan. Ia pun merasa sangat terbantu dengan hak tersebut.
"Jujur sangat terbantu, karena dengan kartu JKN-KIS, saya bisa melahirkan secara caesar dengan gratis. Saya pun tak membayangkan bila operasi caesar tanpa kartu ini. Karena informasinya operasi caesar itu mau belasan sampai puluhan juta," ujarnya.
Dia pun merasakan manfaatnya menjadi peserta JKN-KIS. Suci mengatakan bahwa berkaca dari pengalamannya mengakses kesehatan dengan JKN-KIS, dia pun mengatakan akan terus menjadi peserta. Agar jika suatu saat dirinya atau anggota keluarganya membutuhkan pengobatan, jadi mudah secara biaya.
"Tentu melihat kemudahan mengakses layanan kesehatan dengan JKN-KIS, saya akan terus jadi peserta. Berterima kasih dengan BPJS Kesehatan karena telah membuat biaya pemeriksaan kehamilan dan caesar bisa gratis," pungkasnya. (FR/ris). Editor : Super_Admin