Pada kesempatan tersebut, Puan Maharani berharap Waterfront ini menjadi ikon Sintang, setelah Bukit Kelam dan Rumah Betang Ensaid, serta branding Sintang akan lebih kuat.
“Saya lihat waterfront Sintang keren banget dan bagus. Dan tempat masyarakat Sintang bisa berekreasi, melihat-lihat, jalan-jalan, dan olahraga. Ini salah satu yang dikerjakan Kementerian PUPR untuk bisa melakukan penataan kawasan kumuh,” ucap Puan.
Lanjutnya, karena waterfront ini sudah diserahterimakan kepada Pemkab Sintang. Puan berharap agar Waterfront ini dijaga bersama-sama. Karena ini bukan hanya tanggungjawab dari Pemkab Sintang saja, tetapi menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat yang menjadi pengunjung waterfront ini.
“Dijaga kebersihannya, jangan membuang sampah sembarangan, baik di pelataran Waterfront maupun di sungainya. Penataan ini akan terus berlanjut, karena setiap tempat wisata itu harus disediakan toilet yang bersih, kalau tidak ada toilet bagaimana, misalnya habis olahraga dan kumpul bersama saudara, mau ke toilet, maka harus ada toilet yang bersih,” ujar Puan.
Dirinya meminta penataan PKL nya juga harus baik. Jangan sampai PKL jualan sembarangan, karena penataan penting sekali. Selain itu, PKL juga diminta agar tidak membuang sampah sembarangan. Juga air sisa membersihkan piring dan sebagainya harus ada, jangan sampai membuat kotor.
“Saya senang pengerjaan waterfront ini bisa dilakukan karena dorongan yang kuat dari Pak Lasarus dan masyarakat disini untuk menjaga lingkungan dan kebutuhan dari masyarakat berupa tempat terbuka hijau dan untuk bertemunya masyarakat di sini. Saya senang bisa bertemu dengan masyarakat disini. Saya melihat antusiasme masyarakat untuk melihat dan menikmati waterfront sangat tinggi,” terangnya.
Selain meresmikan Waterfront, Puan Maharani mengunjungi Rumah Betang Ensaid Panjang, di Desa Baning Panjang, Kecamatan Kelam Permai. Puan menyatakan senang bisa berkunjung ke Betang Ensaid Panjang.
"Ini sudah sore, tapi masyarakat disini masih mau menunggu, saya sungguh merasa terhormat. Saya diperkenankan untuk bisa datang ke sini dan melihat aktivitas ibu-ibu yang sedang menenun,” kata dia.
“Saya bahagia dan bangga bisa melihat langsung rumah Betang Ensaid Panjang dan kehadiran saya yang pertama ini, akan membantu pembangunan rumah betang baru yang seperti ini, paling lambat awal tahun 2024 nanti,” sambungnya.
Dirinya melihat, kalau ini diperbaiki, sepertinya bagian bawah dan atasnya. Namun berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sintang, Betang Ensaid Panjang ini merupakan cagar budaya, maka akan melakukan renovasi supaya tetap ada. Sambil kita membangun Rumah Betang yang baru. .
“Kalau rumah Betang Ensaid Panjang yang baru sudah terbangun, saya minta ibu-ibu tetap melakukan aktivitas menenun kain tenun seperti yang saya pakai ini,” pinta Puan Maharani.
“Kainnya cantik. Sehingga saya minta terus dilakukan. Hasilkan tenun yang bagus lagi. Inilah salah satu warisan budaya yang ada di Kabupaten Sintang dan Kalimantan Barat. Ini pertemuan kita yang pertama kali. Tetapi saya janji, Insya Allah ke depan, saya akan datang lagi kesini ke rumah Betang Ensaid Panjang yang baru,” lanjutnya.
Puan menuturkan jika sudah bicara dengan tim dari Kementerian, namun semuanya perlu waktu, tidak bisa tiba-tiba dikerjakan. "Namun, Insya Allah, awal tahun depan, rumah betang yang baru akan mulai dibangun. Nanti bangunan barunya, mirip seperti ini, panjangnya 106 meter, juga saya minta sama dan bentuk yang sama, namun dengan suasana yang diperbaharui,” tutupnya. (var) Editor : Syahriani Siregar