SINTANG - Agustinus Hatta kembali memimpin Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Sintang periode 2023-2028, setelah dilakukannya musyawarah daerah.
Michell Eko Hardian, selaku ketua panitia Musda I LP3KD Kabupaten Sintang menjelaskan sesuai aturan memberikan mandat kepada Agustinus Hatta untuk menyusun struktur kepengurusan LP3KD Kabupaten Sintang periode 2023-2028.
“Kepengurusan yang disusun oleh ketua yang baru ini nanti akan disampaikan kepada Kementerian Agama Kabupaten Sintang untuk diproses lebih lanjutnya yakni disampaikan ke Bupati Sintang.
Nanti Bupati Sintang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sintang akan membuat Surat Keputusan Bupati Sintang dan selanjutnya dilantik oleh Bupati Sintang,” bebernya.
Sementara itu, Agustinus Hatta, ketua LP3KD Kabupaten Sintang periode 2023-2028 menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta Musda dan Uskup Sintang yang sudah memberikan kepercayaan untuk kembali memimpin Ketua LP3KD Kabupaten Sintang hingga 2028 mendatang.
“Saya tidak akan bisa menjalankan roda organisasi ini tanpa dukungan semua pengurus, gereja, pemerintah daerah, kementerian agama dan pengurus LP3K kecamatan. Bantu saya dalam menjalankan organisasi ini. Saya akan bekerja keras bersama semua pihak,” terang dia.
Ia mengatakan, catatan dan rekomendasi yang dihasilkan Musda akan menjadi programa kerja pengurus yang baru.
Targetnya, 2024 bisa menyelenggarakan Pesparani Tingkat Kabupaten Sintang, 2025 bisa ikut Pesparani Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan 2026 ikut berpartisipasi pada Pesparani Nasional IV.
“Pesparani Tingkat Kabupaten Sintang tahun 2024 nanti akan diikuti 14 kecamatan. LP3K Kecamatan melakukan seleksi dulu sesuai kategori yang dilombakan, lalu ikut Pesparani Tingkat Kabupaten Sintang," katanya.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, Matius Pahan Apri menjelaskan bahwa LP3K Kabupaten Sintang ini memang sangat aktif melakukan kegiatan.
“Kami yakin Agustinus Hata mampu menggerakan LP3K Kabupaten Sintang, bahkan diperiode kedua ini, akan lebih hidup lagi. LP3K akan bisa sejajar dengan LPTQ dan LPPD.
Kami berharap program yang sudah disusun bisa dilaksanakan. Target kita bukan hanya juara di Pesparani saja, tetapi umat Katolik bisa berdoa dan bernyanyi dengan baik. Juara itu bonus saja,” jelasnya. (var)
Editor : A'an