SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024, di Lapangan Kodim 1205 Sintang, pada Kamis (2/5). Usai upacara, Bupati Sintang dr. Jarot Winarno memberikan piagam penghargaan kepada 6 guru dan tenaga kependidikan berprestasi di Kabupaten Sintang.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, dr. Harisinto Linoh menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sintang mengapresiasi segala bentuk prestasi yang dicapai oleh Guru dan Tenaga Kependidikan yang telah mengharumkan nama Pemerintah Kabupaten Sintang baik di tingkat Provinsi maupun Nasional
“Ada 6 Guru dan Tenaga Kependidikan mendapatkan Anugerah Apresiasi GTK Tahun 2023 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi” ujarnya.
Ia menuturkan, program ini memberikan penghargaan kepada para guru dan tenaga kependidikan yang telah membuat inovasi dan inspirasi dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sesuai dengan peran dan tugasnya masing-masing.
Pemberian penghargaan disertakan juga sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang baik dan dedikasi dalam mengimplementasikan visi dan misi pendidikan.
“Untuk itu, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang mengucapkan selamat dan terima kasih atas prestasi yang telah bapak ibu raih. Jangan pernah lelah berada di garda terdepan mencerdaskan anak bangsa dengan berbagai karya dan inovasi.
Selanjutnya Bapak Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan yang berprestasi akan menerima secara langsung Piagam Penghargaan Bupati Sintang pada Upacara Hardiknas Tahun 2024 hari ini,” ucapnya.
Dijelaskannya, menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar semakin menyadarkan tentang tantangan dan kesempatan yang dimiliki untuk memajukan pendidikan Indonesia.
“Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.
Pada awal perjalanan, kita sadar bahwa membuat perubahan butuh peıjuangan. Rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan,” ujarnya.
“Kemudian, ketika langkah kita mulai serempak, kita dihadapkan dengan tantangan yang tak pernah terbayangkan yakni pandemi. Dampak yang ditimbulkan mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup kita secara drastis.
Pada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan. Dengan bergotong royong, kita beıjuang untuk pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat,” sambungnya.
Dikatakannya, ombak kencang dan karang tinggi sudah kita lewati bersama. Kini, sudah mulai merasakan perubahan terjadi di sekitar kita, digerakkan bersama-sama dengan langkah yang serempak dan serentak.
Wajah baru pendıdikan dan kebudayaan Indonesia sedang kita bangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar.
“Kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas. Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya.
Kita sudah menyaksikan lagi para mahasiswa yang siap berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus.
Dan kita sudah merayakan lagi semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi,” terangnya. (var)
Editor : A'an