Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Akui Pesatnya Pembangunan di Era Sutarmidji, Cendekiawan Dayak Sintang Siap Menangkan Midji-Didi di Pilgub Kalbar

A'an • Senin, 7 Oktober 2024 | 09:51 WIB
ICDN : Ketua Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kabupaten Sintang, Sopian (tengah).
ICDN : Ketua Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kabupaten Sintang, Sopian (tengah).

SINTANG - Tokoh masyarakat Dayak Kabupaten Sintang, Sopian berkomitmen akan memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji-Didi Haryono (Midji-Didi) dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar tahun ini.

"Saya tidak dukung Bapak waktu itu (Pilgub Kalbar 2018), kita harus jujur, tapi saya pikir dulu tidak kita dukung pun beliau menang, apalagi sekarang,” katanya kepada Sutarmidji.

Terlepas dari itu, Sopian menilai, bahwa pasangan Sutarmidji-Didi Haryono merupakan perpaduan yang solid. Midji–sapaan karib Sutarmidji khususnya, pun sudah banyak berbuat selama lima tahun belakangan ini. Termasuk memperjuangkan Provinsi Kapuas Raya yang menjadi salah satu cita-cita masyarakat di hulu Kalbar.

"Saya tegaskan isu-isu Kapuas Raya itu saya lihat itu tidak terlalu pengaruh di pedalaman,” kata pria yang juga Ketua Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kabupaten Sintang itu.

Sopian menyadari, bahwa kewenangan pembentukan provinsi baru kini sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat. Oleh karenanya, ia pun berharap agar masyarakat juga memahaminya. "Isu Kapuas Raya, tugas-tugas selaku gubernur sudah beliau (Midji) menyanggupkan, (termasuk) untuk membiayai berturut-turut tiga tahun (provinsi baru), itu sudah,” kataya.

Begitupun usaha keras Sutarmidji dalam membangun infrastruktur, termasuk jalan di daerah-daerah. Jujur, Ketua Ikatan Keluarga Besar Dayak Uud Danum (Ikadum) Sintang itu menyatakan, kalau masyarakat juga harus fair menilai, bagaimana perbedaan infrastruktur dulu sebelum Sutarmidji menjabat dan sesudah ia menjabat sebagai Gubernur Kalbar periode 2018-2023.

“Zaman beliau ini sudah saya puji lah, karena saya saksi hidupnya. Untuk membangun secara tuntas itu minimal harus dua periode, kalau satu periode tidak cukup,” tandasnya.(bar/r)

Editor : A'an
#kalbar #pilkada #Midji Didi #sutarmidji