PONTIANAK POST - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyampaikan pesan Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait efisiensi anggaran yang menjadi kebijakan utama pemerintah pusat.
Hal ini ia sampaikan usai mengikuti Retret Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 2025 di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.
“Presiden menekankan pentingnya efisiensi anggaran karena ada pemotongan dari pusat ke daerah. Kebijakan ini bertujuan untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045 dengan fokus pada pendidikan dan program makan siang gratis,” ujar Bala di Kantor Bupati Sintang, Jumat (7/3).
Menurutnya, efisiensi ini bukan sekadar penghematan, melainkan strategi untuk mengalokasikan dana ke sektor prioritas yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Selain pendidikan dan makan siang gratis, anggaran yang dihemat juga akan diinvestasikan dalam proyek strategis nasional yang berpotensi mendatangkan keuntungan besar bagi negara.
Meski ada pemotongan anggaran, Bala meminta jajarannya tetap optimistis dan siap beradaptasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bisa mengakses dana program makan bergizi gratis yang akan disalurkan ke berbagai daerah, termasuk Sintang.
“Kita akan jemput anggaran ini agar bisa datang ke Sintang sesuai mekanisme yang ada. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan,” tegasnya.
Selain program makan bergizi gratis, Presiden Prabowo juga mencanangkan pembangunan tiga juta rumah sebagai bagian dari kebijakan strategis nasional. Bala menyebutkan bahwa program ini bukan hanya menyediakan hunian layak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
“Program ini akan kita siapkan. Karena selain untuk kesejahteraan rakyat, ada perputaran ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di dalamnya,” jelas Bala.
Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah tidak harus selalu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ada berbagai jalur lain yang bisa dimanfaatkan, selama memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.
“Selama ada perputaran ekonomi yang masuk ke Sintang, kita akan dukung. Jadi, jangan hanya melihat anggaran dari satu sisi saja,” pungkasnya. (nda)
Editor : Miftahul Khair